Tampilkan postingan dengan label beauty. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beauty. Tampilkan semua postingan

Kamis, Januari 22, 2009

PELECEHAN FISIK



Belakangan ini, saya sering sekali mengalami pelecehan fisik di blog saya sendiri. Saya heran banget, perasaan, saya jarang sekali jalan jalan ke blog orang, lalu meninggalkan komentar, baik yang positiv , apalagi yang negatif. Makanya, ketika dalam beberapa hari ini saya mengalami pelecehan fisik yang ketidak berkesudahan di blog saya, saya benar benar tidak mengerti.

  • Guest si ibu ini sekarang cakep ya,yang ditabloidnova tu siapa ko ndut amat
    Details
    2009-01-21 10:32 AM
    #
  • Guest kalo dikritik jangan marah dong
    Details
    2009-01-21 10:30 AM
  • Guest wah, mba amy...untungnya sampean bisa cari duit ndiri, kalo nggak kan misua bisa2 jadi polis korup dah....semoga nggak yah...sukses selalu dah!!!
    Details
    2009-01-20 1:09 PM
    #
  • Guest udah pk barang mahal2 tp kl basicnya "gitu" ya gak akan ngaruh. eh lumayan deh jd sedikit menutupi ihihi

Saya memang sadar sepenuhnya bahwa dalam diri , fisik maupun karakter ada banyak sekali kekurangan. Kekurangan secara fisik dalam diri saya ada yang sifatnya permanent, artinya tidak dapat diperbaiki oleh tehnologi apapun, dan ada kekurangan yang masih bisa ditutupi dengan tehnologi make up yang canggih.

Dari pertama kali mulai dikenal public, baik wawancara radio atau majalah, saya tidak pernah menutupi kekurangan yang ada dalam diri saya. Saya memang gendut, tidak cantik sama sekali, rambut saya tidak okay bak boneka barbie, mata saya tidak besar bak kartun jepang, hidung saya tidak mancung bak kleopatra, rahang muka saya asli batak banget dan gigi saya juga tidak putih bak mutiara.

Tapi saya percaya untuk kekurangan kurangan ini, masih bisa ditutupi dengan menonjolkan beberapa kelebihan yang tersisa dalam diri saya. Saya percaya, seancur ancurnya orang, sejelek jeleknya orang, pasti ada sesuatu kelebihan dalam dirinya. Saya juga sadar sepenuhnya bahwa saya masih memiliki beberapa kelebihan, kulit saya putih sekali sampai om Sugi beberapa kali bilang muka saya bak kanvas yang siap dilukis seorang make up artist kaliber internasional... mata dan alis saya okay banget, dan tungkai kaki saya panjang.

Saya juga selalu bilang kalau inner beauty adalah segalanya dalam membungkus kesempurnaan kecantikan seorang perempuan. Tanpa inner beauty, yang bisa terpancar lewat mata atau bahasa tubuh, kecantikan secantik apapun akan terlihat " basi " banget... Percuma cantik kalau hatinya busuk, jahat atau selalu berprasangka buruk dan memendam iri dan dengki terhadap orang lain. Dan saya selalu terkagum kagum dengan orang orang yang punya inner beauty yang kuat, walaupun saya kadang tidak mengenal mereka dengan baik. Saya adalah orang yang sangat spontan, memuji jika melihat orang cantik lewat di depan saya. Saya selalu kagum dengan kecantikan beberapa sahabat sahabat saya yang nampaknya tidak lekang dengan waktu.

Belum lama ini, saya ketemu sahabat lama saya, Vera... ( baca MJ deh... kloningan saya waktu jaman kuliah ). Dia masih tetap cantik, tinggi semampai, langsing, dan keren dalam berbusana. I love her so much... dan berpuluh puluh tahun kita bersahabat, tidak pernah sekalipun kita konflik. Vera punya inner beauty yang kuat sekali. Dan dari dulu saya selalu mengagumi kecantikannya. Saya bisa loh bilang sama dia, waktu lagi jalan jalan di Milan dan Zurich.. gila Ver, elu cantik banget sih.... Dianya cuma tersipu sipu mendengar pujian saya yang tulus. Thats what friend are for...

Saya selalu bisa menerima jika dikritik, baik untuk karya maupun penampilan. Tapi kalau sudah bukan kritik, melainkan pelecehan fisik, rasanya benar benar tidak habis pikir. Apa sih yang diharap dari melakukan pelecehan fisik terhadap saya??? Kepuasan ???

Untuk pelakunya, saya beritahukan yah, apapun yang kamu tulis di blog ini, tidak akan pernah mampu menghentikan langkah saya. Dan saya sekarang dalam posisi sudah basah, harus berenang, harus ikut pertandingan, dan harus jadi pemenangnya...

Selasa, Desember 04, 2007

PARFUMERIE




Pertama kali dalam hidup, saya belajar mengenal parfum dari almarhumah nenek saya yang sangat chic dan fashion itu.... Sepanjang pengingatan saya, nenek saya selain chic, yang khas dari dia adalah parfumnya itu....

Dia pernah cerita, dari zaman dia gadis (awal 40an), dia ( harap maklum kalau seleranya sangat tinggi, karena dia putri seorang Residen di Sumatra) selalu pakai parfum, body lotion dan sabun import dari merek yang sama ( Bo!!! udah gaya ya zaman dulu sudah layering dari parfum, sabun dan bodylotion...) yang lagi trend di Eropa, karena dulu adiknya studi di Belanda. Dan untuk mendapatkan parfum terbaru harus ekstra sabar, karena harus menunggu ada yang datang dari Belanda ke Semarang tempat dia tinggal, dan perjalanan dengan kapal laut memakan waktu lebih dari tiga bulan.... itu juga ga janji.... hehehehhe....

Kata beliau, di tahun 40 an parfum adalah salah satu barang paling mewah dan hanya segelintir orang yang bisa memakainya, kalau tidak noni belanda, anak raja, anak sultan, anak bupati atau residen...Dan tahun 40 an di sudah baca majalah Bazaar yang covernya belum foto, tapi gambar...,yang diberikan oleh teman Belandanya.

Sekarang jelas donk... selera elit saya berasal dari mana..... hehehehhe......

Nenek nyaris tidak pernah membuang botol parfumnya, jadi saya tahu persis apa saja parfum yang pernah dipakainya...Dan beberapa botol itu masih meninggalkan bau yang samar tapi masih enak...

Edisi tahun 40an... nenek saya memakai Shalimar dari Guerlain, Joy dari Jean Patou, Tendre Nuit dari Lancome dan Chanel No 5 (kata nenek, baunya selama 50 tahun tidak berubah, kemasannya juga hanya tutupnya yang sedikit berubah...Perlu diketahui, Chanel No 5 dipasarkan pertama kali oleh Madame Coco Chanel tahun1925.

Edisi tahun 50an nenek memakai Arpege dari Lanvin yang botolnya masih sangat antik dengan pompa untuk menyemprotnya..., Millots Crepe de Chine (menurut nenek harganya paling mahal pada masanya), Youth Dew dari Estee Lauder (parfum dari USA pertama yang ngetop dan sangat hip..) dan Diorissimo dari Dior ( bau bunga lily segar).


Edisi tahun 60an, nenek saya memakai Eau de Sauvage dari Dior, yang kata nenek saya, untuk pertama kalinya parfum unisex dan enak baunya...dan saya menemukan botol Aromatic Elixir dari Clinique di lemari nenek saya.

Edisi tahun 70an, Alliage dari Estee Lauder, L'air du Temps yang tutup botolnya ada burungnya...dari Nina Ricci , 4711 dan Opium dari YSL. Sampai akhir hayatnya, favorit nenek saya tetap OPIUM dan jika kita jalan ke luar negeri, oleh-oleh wajibnya beli OPIUM untuk beliau...

Edisi tahun 80an, Poison dari Dior yang botolnya berwarna ungu dan Tendre poison yang botolnya berwarna hijau...

Nenek saya menghembuskan nafas terakhirnya tahun 1992 setelah berjuang melawan sakit kanker rahim selama dua tahun... Jadi beliau tidak sempat merasakan semaraknya parfum-parfum baru di era 90an...

Saya tidak terlalu gemar mencoba berbagai macam parfum. Saya tipikal orang yang hanya memakai satu merek parfum sampai habis, baru kemudian memakai merek lainnya... tetapi jenis parfum kesukaan saya ciri-cirinya hampir semua sama... samar-samar berbau bunga lily dan mawar... dicampur kayu-kayuan... Dan semua itu ada di semua koleksi BVLGARI. Semua varian BVLGARI saya suka, tetapi yang paling favorit BLV yang sama dengan yang dipakai mantan pacar waktu kami Honeymoon di Eropa...dan Eau the Vert pemberian mom in law saya...

Dan saya suka sekali parfum cowok yang baunya tidak terlalu kuat dan harus yang dipakai sama mantan pacar saya, sehingga dia suka marah-marah karena parfumnya habis karena saya yang lebih banyak memakainya... Parfum-parfum kesayangan dia L'eau d'issey dari issey Miyake, BLV dari Bulgari, CK One , Semua variannya Hugo Boss waktu kami sama-sama honeymoon.....

Ada parfum yang sampai sekarang membuat saya berkesan dan bisa meneteskan air mata... Sotto Vocce dari Laura Biagiotti... Ceritanya nih... Waktu mantan pacar di Eropa, dia membelikan parfum itu yang tidak terlalu terkenal di Indonesia, dan baunya enak sekali... Botol parfum itu sangat lucu...transparan, bening dan air parfumnya berwarna pink dan tutup botolnya dikait dengan garpu tala yang kalau dipukulkan mengeluarkan bunyi... antik sekali...Selain Sotto Vocce, Bau parfum Roma dari Laura Biagiotti juga enak sekali dan sama sekali tidak pasaran.

Saya sangat suka parfum-parfum yang sangat klasik seperti Baby Doll dari YSL yang bau buah-buahan dicampur bau bunga, bau bunga irish dan bunga lily yang ada di dalam Pleasure dari Estee Lauder, bau kayu-kayuan yang unisex dari JOOP dari JOOP, Angel dari Thiery Mugler dan yang paling saya senang Miss Dior dari Dior.... dan yang terbaru yang saya suka, Burberry Brit, J.Lo Live ( baunya sangat sporty), Rose d'essential dari BVlgari dan Boss Femme dari Hugo Boss.....

Saya sangat percaya, tetesan parfum yang sama jika disemprotkan di kulit yang berbeda akan menghasilkan bau yang berbeda dan setelah beberapa saat akan menimbulkan bau yang berbeda pula... dan saya percaya bau parfum itu bisa dijadikan identitas seseorang...menemukan bau yang pas dengan karakter kita juga tidak mudah...kadang parfum mahal belum tentu cocok dengan kita dan bisa jadi parfum yang tidak terlalu terkenal bisa sangat pas untuk kita....

Sabtu, Desember 01, 2007

SALON



Dari pertama kali bisa cari duit sendiri, hal yang paling saya suka sampai sekarang ke salon... Saya suka sekali ke salon, dan kebiasaan ini udah dalam taraf parah dan mengkhawatirkan... Tapi ini sih kalau menurut saya akibat saya terlalu manja saja...Coba deh bayangin... ada kenikmatan sendiri buat saya kalau duduk manis dilayani beberapa orang sekaligus... duh... berasa ratu sekali hehehhe...Saya tidak tahu ini normal atau tidak... tapi kalau sudah ke salon rasanya sehari saja kurang... cepat sekali waktu berlalu... tapi teman saya bilang itu namanya buang-buang waktu....

Kalau orang lain weekend ( sabtu/minggu ) ke mall, saya malah malas ke mall, bayangin ramainya dan susah cari parkir saja sudah bikin saya stress duluan... padahal kan weekend itu untuk melepas stress khan.... Clubbing juga sudah malas... saya sudah tidak tahan asap rokok dan angin malam... maklum.. barangkali karena umur sudah bertambah... Jadi ke salon satu-satunya tempat pelarian saya. Saya seperti mobil yang turun mesin... Semuanya perlu reparasi hehehehe..... yah... paling tidak.. terlihat terawat lah... Habis bagaimana saya tidak terpaksa merawat diri? habis saya tidak cantik.... rambut saya selain tipis sehalus rambut bayi, juga seperti pabrik minyak, sehari tidak cuci rambut, langsung lepek berminyak... apalagi kalau nyucinya tidak bersih.... sudah lah.... persis tikus kecebur got...Yang lebih dari diri saya hanya kulit saya yang putih, jadi ini lah yang saya rawat habis-habisan.... gosok terus... hehehe....

Sekarang variasi servis di salon makin banyak macamnya, jadi semakin banyak saja yang bisa dilakukan di salon... Yang standard sih cuci, blow, gunting, creambath/hair spa, manicure dan pedicure, refleksi...Tapi coba deh di hitung....Cuci saja... kalau bersih banget 20 menit.. gunting bisa sekalian refleksi 45menit, Creambath sekalian manicure dan pedicure 60 menit, cuci lagi sama blow... 30 menit... jadi standard aja 2,5 jam... itu belum termasuk antrinya.... makin ngetop salonnya makin panjang antrinya....Itu belum termasuk refleksi, facial, highlight dan spa atau lulur tradisional loh... bagian yang paling saya suka... Wah... kalau sama ini mah 6 jam juga kurang...

Saya sudah mencoba hampir semua jenis pelayanan spa dari tradisional sampai internasional dan pelayanan salon dari nasional sampai internasional... tetap di Indonesia yang terbaik, terenak, terlama dan termurah......Saya pernah potong rambut di Perth, Australia, biasa saja hasilnya... cuma di trimm ujung-ujungnya... blownya juga biasa aja lurus doang.... di salon kelas biasa-biasa saja...ausd 100 ( hampir 800 rb).... ampun... kalau di Jakarta itu bisa dapat 8x pelayanan yang sama... Saya pernah refleksi di Singapura di Harbourfront, 30 menit sing 25, alah... mak... itu di Kelapa Gading bisa 5x kunjungan @1 jam... Pernah kegatelan Manicure di Bloomingdales NYC, 30 menit USD 35.... kalau di Jakarta bisa 4x lengkap sama padicure....Saya menikmati sekali ke salon sambil bersyukur tinggal di Indonesia.. Di Cina salon juga murah,tapi masih jauh lebih bersih salon-salon di Indonesia... Saya pernah cuci blow di salon hotel bintang lima... dia membasahi rambut kita dengan air sambil kita duduk, trus di kasih sabun, dipijit, pas sudah baru dibilas di semacam washtafel yang portable.... aneh kan... dan tidak ada nyaman sama sekali... Judulnya: tetap saja lebih enak di Indonesia.......

Saya hobby berat mencoba salon baru baik yang murah atau mahal..... You name it lah... paling hanya 20 % yang belum pernah saya coba... tapi anehnya... tetap saja baliknya ke selera asal... salon-salon tertentu yang sudah puluhan tahun saya anggap rumah sendiri...

1. Sugi Salon, Kelapa Gading dan Sungai Sambas

Oh... Om Sugi itu jenius sekali kalau soal make up... sepesek apapun hidung, se kecil apapun mata, se aneh apapun alis, bisa diselamatkan Om Sugi... terlihat sekali jika habis di make up di foto... Untuk make up artist se terkenal Om Sugi, dia sangat sederhana, ramah, dan tidak pernah lupa nama kita, walaupun kita bukan selebritis....Walaupun sudah ngetop, kecuali untuk pengantin, saya tidak usah booking beberapa minggu sebelumnya kalau mau di make up Om Sugi ( asal sudah kenal ), Om sugi selalu ada waktu untuk kami sekeluarga. Highlights rambut juga paling bagus di Sugi, apalagi kalau rambut kita terlalu halus tapi mau banyak variasi warna, jadi perlu pengerjaan yang sangat detil.

2. Alfons Salon, Kebayoran, Pondok Indah Mall II, Setia Budi Building dan Kartika Chandra

Alfons adalah sahabat keluarga kami sejak dahulu kala.... Sewaktu Alfons memulai karirnya sebagai penata rambut di salon milik kakaknya tante Kusumadewi (afrodite). Waktu itu saya dan kedua adik saya sering jadi kelinci percobaan om Anton ( nama panggilan om Alfons belum ngetop ). Kalau Ibu saya kebagian jadi kelinci percobaan facial nya... tapi OK terus tuch...Segala macam jenis guntingan, keriting termasuk keriting papan pernah dicoba ke kepala kami. Om Alfons lalu membuka salon pertamanya yang kecil dan simpel di Kartika Chandra. Kalau soal gunting dan highlighting serta Facial, Om Alfons paling jago, berani dalam warna dan gaya, nyaris tidak pernah salah... dan hasil guntingan dan highlighting nya makin hari makin bagus...

Hasil make up Om Alfons walaupun sederhana sangat menonjolkan kelebihan wajah kita dan menutupi bagian yang kurang... Jadi kita tetap menjadi diri kita... Kalau dandan untuk foto juga bagus bangun... apalagi set rambutnya...

Sekarang Om Alfons luar biasa ngetopnya... Katanya sih kalau orang biasa mau bikin janji gunting sama dia butuh paling tidak satu minggu sebelumnya appointment... Tapi Om Alfons yang masih tetap ramah dan murah hati tidak pernah lupa sama kami sekeluarga ( mantan kelinci percobaannya)... Anytime kami datang, dia selalu bisa mencuri waktunya untuk melayani kami...

Cuma ada satu yang saya sesali....
maaf ya om.....
Sejak om jadi terkenal dan salon Alfons jadi banyak dan mewah sekali saya suka salah tingkah sendiri... Saya kehilangan kebiasaan seperti dulu... di creambath sambil pesan sate mie pangsit yang enak banget...Jadi terpaksa jaim a.k.a. jaga image... habis yang duduk disebelah kanan dan kiri saya selebritis semua...

3. Peter Saerang di Plaza Indonesia

Selain hasil blow variasi rambutnya yang super keren (apalagi kalau rambut panjang ) saya paling senang di salon ini santai-santai sambil nunggu jam macet. Dan satu kelebihan salon ini, dari dulu sampai sekarang kursinya selalu ternyaman dan pencahayaan lampu salon ini paling bagus...Jadi setelah di Out door hasil make up tidak terlihat aneh...

4. Puri Ayu Martha Tilaar...

Kalau urusan perawatan tubuh, PURI AYU... tidak ada lawan... selain tempatnya nyaman (bau jamunya itu saya addicted banget), perawatan tradisionalnya sempurna. Saya jika lagi perawatan dari awal sampai akhir diperlakukan bak putri keraton atau baby.... di sana.Dari Facial, Dipijit dengan aromaterapi, discrub, sampai minuman air beras kencur aslinya, semuanya lah... perfect...Dan yang paling saya suka... ratus vagina nya.... hehehehe... harum sekali.... bikin keset loh..... ( saya perawatan pre wedding di sana 1 bulan ).

Menurut saya hasil perawatan di PURI AYU sepadan lah dengan harganya yang memang tidak murah... tapi saya malah ketagihan terus tuh...

Sekarang salon-salon baru menjamur di Jakarta... Saya rajin juga coba salon-salon tersebut, apalagi kalau teman-teman saya heboh membicarakannya...

1. TONY and GUY di EX......

Teman-teman saya heboh banget waktu salon ini baru buka....
"Wuihhhhh..., yang gunting bule bo....!"
Saya sih sudah pernah digunting sama bule sebelumnya di Perth, tapi Ok lah karena menemani sahabat saya.... Frankly speaking... menurut saya sih masih lebih bagus hasil guntingan Om Alfons atau Meity di SUGI. Atau mungkin ada perbedaan selera antara orang melayu dan orang bule kali ya???..... Who knows???? Tapi hasil Colouring rambutnya lumayan lah...

2. Irwan Team di Pondok Indah Mall dan Senayan City

Kalau malas pergi ke salon yang agak jauh, mau juga saya sesekali ke salon Irwan.... menurut saya sih hasil blow variasinya yang keren habis....cocok lah kalau mau tebar pesona di pesta yang mewah.... heheheheh......

3. Fazio di EX

Saya sebenarnya suka juga salon ini karena hasil guntingannya keren banget, tapi kursinya menurut saya kurang nyaman... Jadi saya tidak betah duduk lama-lama, karena menurut saya,salah satu yang paling penting dari salon itu kenyamanan kursinya.

4. LU VAZE

Sebenarnya salon ini cool banget... Tapi sebalnya, kalau lagi ke pesta yang ramai banget, perasaan sih banyak kembarannya yang kalau diselidikin... semua sama-sama nge blow variasi di LU VAZE.

5. BIMASENA SPA di Hotel Dharmawangsa

Wah... spa ini sangat modern, walaupun ambience nya moderen ( berbeda sekali dengan PURI AYU ), dari pelayanan VIP dari head to toe nya yang sangat premium, hasilnya sama-sama maha dahsyat... Beberapa tahun yang lalu selagi hamil muda, saya getol banget ke BIMASENA karena ketagihan sama chocolate treatmentnya, sampai nama tengah anak saya Dharmawangsa....

Kalau lagi jalan-jalan ke luar kota saya juga doyan sekali ke salon, tapi karena perginya cuma sesekali jadi saya tidak bisa menilainya.... saya suka SUSAN dan LIE KUANG salon di Semarang, Pieter Lie di Medan, Johny Andrean dan Chenny di Surabaya, Laeticia dan S2S di Jambi ( pssstttt hati-hati kalau bilang salon di Jambi, karena salon sering diartikan tempat pelacuran atau massage plus-plus hehehehe.... ), Hetty salon di Bandung.....

Kemana saja saya pergi, kalau ada waktu luang pasti yang saya cari salon.... Soalnya... kalau tidak kita sendiri yang peduli dengan tubuh kita? siapa lagi? Hidup ini hanya sekali dan untuk dinikmati....

INNER BEAUTY















Waktu saya kecil ibu saya sudah menanamkan bahwa perempuan harus punya kecantikan inner beauty. Ibu saya bilang jika hati kita bersih dan tidak pernah berpikiran negatif akan terpancar kecantikan tersendiri dari diri kita. Jika kita tidak terlalu cantik tapi hati kita bersih maka akan ada kecantikan lain yang terlihat dari diri kita. Lama sekali saya baru menyadari arti kecantikan inner beauty dalam realitas kehidupan ini, sampai saya berkenalan dengan seseorang (katakan saja namanya listy). Sumpah mati... Ini cerita beneran... tidak ditambah dan tidak dikurang...

Listy seorang dokter gigi dari universitas terkemuka, cantik sekali, putih, mancung, langsing, halus budi bahasanya, baik hati, tidak sombong ( walau istri pejabat ), ringan tangan, suka menolong ( berhubung dia dokter ), jago masak, jago kerajinan tangan... OMG.. rasanya Tuhan tidak adil semua yang baik dan nyaris sempurna ada dalam dirinya...

Tapi jika pembaca mengenal Listy... pasti semua orang pasti jatuh hati padanya... Demi cintanya pada seorang pejabat tinggi ( yang saya ragukan cintanya terhadap Listy karena ternyata dia seorang homo.....) , dia relakan karir sebagai dokter gigi menjadi ibu rumah tangga full time dan pindah ke kota kecil di tengah hutan...Listy sangat sempurna dalam urusan mengurus anak dan rumah ( saya banyak belajar dari dia). Dari mulutnya tidak pernah keluar satu kalimatpun yang negatif tentang orang lain, kalau kita lagi sibuk gosipin orang, dia selalu hanya mengomentari sisi baiknya orang tersebut, dan menurut dia, seburuk apapun seseorang, pasti paling tidak ada secuil sisi baiknya...

Seperti apapun suaminya memperlakukan dia ( yang menurut saya sih jahat banget... istri secantik dan sebaik itu sering dianggurin saja heheheh... ), tidak pernah dia mengeluh masalah finansial, rumah tangga atau kehidupan seksnya ( malah saya lebih sering dengar cerita dari supir atau pembantunya ). Dan dia selalu berkata baik tentang suaminya.. ( yang everybody knows lah seperti apa.. ) Kalau berkaca dengan dia... dia terlihat seperti putri salju dan saya nenek sihirnya, atau dia seperti beauty dan saya, beast nya...

Selain itu... kalau mau lihat contoh perempuan yang sakinah, mawadah, warohmah ( semoga spellingnya benar ya... habis saya bukan muslim... ) ...lihat lah temanku Listy... Dia secara rutin mengadakan yasinan untuk keselamatan suaminya dan anak-anaknya.... puasa senin-kamis untuk suaminya... Sampai saya sering berpikir, sahabat saya ini manusia atau bidadari atau malaikat yang kesasar di bumi.... Pernah ga dengar ungkapan doa istri menyelamatkan suami? Nah... Saya yakin sekali, doa Listy yang selalu menyelamatkan dan memuluskan karir suaminya..

Sepanjang pertemanan kami, hanya satu kali saja dia mengeluhkan suaminya yang agak perhitungan uang sama dia. Saya yang masih duniawi sekali ini dengan entengnya jawab begini... " ya udah mba... kalau diminta baik-baik ga mau, ya colong aja tuh duitnya... banyak ini lagi... " Tahu ga? Jawaban Listy ini hampir bikin saya mau pingsan dan mau bertobat dan seketika saya berasa seperti ketampar-tampar....
"My... saya masih takut sama akhirat... "
Buset dah... hari gini dia mikirin akhirat..... Ampun... Ampun... Tuhan.. Saya suka nyolong duit suami... hehehe... udah ga masuk akhirat aja kali ya... mungkin kalau ada oven terpanas diakhirat, saya direbus disitu kali ya.... Percaya ga... sampai di rumah saya langsung minta maaf sama mantan pacar saya... eh tapi ga lama kemudian kumat lagi hehehhehe............

Listy ( dia berkerudung ) sangat sederhana dalam berbusana, dan sama sekali tidak pernah beli baju mahal....Kalau saya maniak ke salon,... kalau dia ke salon hanya sesekali untuk potong rambut dan creambath... Jadi kalau pergi sama dia, saya jinak sekali, karena sering tidak enak hati dan merasa bersalah. Listy juga tidak pernah pakai perhiasan yang jrenkkkk, kecuali cincin kawinnya itu, jadi kalau pergi sama dia terpaksa menanggalkan semua bling-bling , jrenk-jrenk saya di rumah. Tapi saya senang pergi sama dia, jadi hemat... hehehe...

Listy tidak pernah berdandan lengkap... Saya tahu persis dia hanya pakai pelembab dan bedak tipis-tipis, dengan lipstick baby pink... tapi percaya deh.... ada sinar yang tidak bisa dijelaskan yang keluar dari mukanya... Dia terlihat cantik sekali... Saya pernah lihat dia tertidur... dan dia persis seperti putri salju yang tertidur.... Saya ingat ibu saya... Oh... ini namanya inner beauty...

Saya selalu terkagum-kagum dengan orang yang punya inner beauty... Istri Gubernur Jambi, Ibu Ratu Munawaroh Zulkifli Nurdin.... Nyaris mirip dengan teman saya Listy... Terlalu sederhana untuk seorang ibu gubernur ( dia masih muda sekali...30 an ), baik dalam berbusana maupun ber make-up, cantik halus tutur bahasanya, tapi tidak ada yang nyangka kalau sudah kasih pidato berbobot sekali... dan terpancar aura tersendiri dari dirinya ketika berbicara....Menurut cerita para ibu-ibu bupati di Jambi ( yang semua sangat sayang dan hormat padanya ) yang saya kenal, jika ada kunjungan kerja ke Jakarta atau luar negeri, ibu Ratu juga tidak gatelan belanja atau hura-hura... dia hanya duduk manis mendampingi suaminya....

Beberapa hari yang lalu saya terperangah melihat istrinya Roy Marten, Anna Maria... semua statementnya yang membela dan memaafkan serta masih memberikan kesempatan pada suaminya membuat saya menangis di depan televisi... Saya sampai berpikir, kasihan sekali ya mantan pacar saya itu dapet saya... jauh sekali dari perempuan-perempuan yang saya ceritakan tadi...

Saya jadi berpikir.... ternyata mendapatkan Inner beauty itu sama sekali tidak mudah... Kalau berdandan atau bermake up mungkin bisa dipelajari, tapi inner beauty tidak cukup dipelajari saja tapi butuh hati yang bersih dan kepasrahan diri untuk menerima apa saja yang kita dapatkan di dunia ini dengan ke tulusan hati.....



Dedicated for my best Mbak.... kesayangan ku....
Mba... I adore you.....

amy....

Selasa, November 27, 2007

SEXY LINGERIE



Saya melihat dari sekeliling saya, nampaknya orang Indonesia belum mau keluar uang lebih untuk membeli pakaian dalam (lingerie) dengan kualitas terbaik, oleh karena itu industri pakaian dalam indonesia tidak berkembang dan juga terhambat oleh masuknya produk cina yang murah meriah.

Saya selalu cemburu dengan orang yang berbadan langsing dan berpayudara kecil. Nampaknya mereka tidak pernah kesulitan membeli pakaian dalam, sepertinya semua model cocok dengan mereka.

Saya adalah orang yang seumur hidup kesulitan membeli pakaian dalam karena postur tubuh saya yang sedikit tidak biasa. Ukuran lebar bahu saya kecil, sedangkan payudara saya besar, sementara panggul dan pantat kecil, sehingga saya tidak bisa membeli pakaian dalam yang satu set. Produk lokal atau cina yang ada dipasaran tidak ada yang pas karena biasanya varian ukurannya terbatas, mis : 34 a,b,c atau d, sedangkan produk import amerika atau eropa lengkap dari aa hingga dd. Kalaupun beruntung ketemu yang pas, selalu bermasalah dengan talinya. Tali dan karet pinggir produk lokal gampang melar. Problem paling sering, muat cupnya, tali lingkarnya kebesaran, muat tali lingkarnya, cupnya kekecilan dan tali sering tidak kuat dan tidak nyaman.

Karena itu, mau tidak mau terpaksa beli produk eropa/amerika seperti Maidenform, Mark and Spencer, Victoria Secret, Lily Marlene. Dari semua merek diatas jika dijual di Indonesia harganya tidak ada yang murah. Bra Mark and Spencer kalau tidak ada sale harganya sekitar 500rb rupiah. Karena varian ukuran yang banyak, bisa didapatkan bra yang benar-benar nyaman. Tiap model bisa dikenakan dengan nyaman dengan ukuran yang berbeda oleh satu orang. Saya memakai model, push up, racerback, korset, strapless dengan ukuran yang berbeda.

Dari semua merek yang paling nyaman dikenakan payudara bear adalah merek Maidenform karena karet pinggirannya sangat halus dan elastis (lycra 100%), hingga meskipun lama dikenakan, tidak menimbulkan nyeplak merah dikulit, seperti mengenakan bra murah.

Saya paling senang belanja Lingerie di Italy, selain sexy, selalu ada ukuran untuk saya. Orang Italy suka sekali pakai lingerie satu set ( celana,bra,baju tidur bahkan dengan stocking dan pengaitnya ke celana dalam ). Mereka juga selalu menyamakan warna lingerie dengan pakaian yang dikenakan. Saya pernah mencoba membeli semua satu set. Jika semua dipakai, stocking dan pengaitnya itu loh... yang bikin kesan sexy dan nakal... hehehehe.... Mantan pacar saya sampai merem-melek melihatnya... hehehehhe...........

Saya paling suka lingerie warna kulit, hitam, kalau putih buat tambah gemuk. Warna kulit memberi kesan clean dan innocent dan hitam kesannya sexy, apalagi jika dikombinasikan dengan renda (lace).

Menurut saya ada tujuh jenis bra yang harus dimiliki perempuan sbb.:

1. Full Cup (cupnya menutupi hampir semua tampak depan payudara)
2. Demi Cup (cupnya menutupi setengah dari tampak depan payudara)
3. Racer Back (tali silang dibelakang, biasanya sport bra atau untuk baju yang nampak ketiak)
4. Push Up (menonjolkan payudara)
5. Wireless (tidak memakai kawat untuk kenyamanan sehari-hari)
6. Convertible ( talinya bisa di bongkar pasang )
7. Low back Halter ( untuk baju nampak punggung )

Untuk korset paling bagus merek Lily Marlene buatan Philipina, di Jakarta dijual di butik B18 PIM & CIKINI, dipakai sangat nyaman, namun pilihan warnanya tidak terlalu banyak. SORELLA juga ok, tapi kurang nyaman jika dikenakan terlalu lama.

Sewaktu masih sering ke eropa, saya paling senang beli camisole atau blus model Bodysuit. Buat saya bodysuit itu bagus sekali, selain tidak gampang kusut dan dudukannya tetap. Hanya kalau mau pipis saja jadi ribet.

Untuk pakaian dalam, terutama bra, ada harga ada kualitas. Kualitas yang baik membuat postur tubuh lebih baik dan kita yang memakainya jadi lebih percaya diri. Semahal apapun baju yang kita kenakan jika tidak didukung pakaian dalam yang baik pasti jatuhnya pakaian dibadan tidak terlihat bagus.

Celana dalam juga menentukan jatuhnya celana atau rok dikenakan. Pilihan celana dalam yang
salah sering merusak pemandangan, terutama jika memakai celana hipster, padahal ada celana dalam khusus hipster. Atau jika memakai gaun supaya tidak nyeplak di gaun pakai model tanga, atau celana dalam dengan potongan belahan tinggi. Kalau saya endiri lebih mengutamakan yang nyaman dipakai.

Untuk baju tidur dan camisole saya suka yang berbahan sutra atau satin dengan kombinasi lace, rasanya sexy sekali, apalagi jika warna kulit, hitam atau baby pink, polos tanpa motif diatas lutut.

Saya berharap sekali ada designer Indonesia yang mau fokus ke lingerie yang berkualitas, karena saya sebenarnya lebih senang membeli buatan Indonesia.