Jumat, April 17, 2009

DISKUSI LUXURIOUS BRAND MARKETING DENGAN MAJALAH SWA



Tiga hari sebelum tanggal 7 April, saya tiba tiba dapat undangan untuk berperan serta dalam diskusi internal majalah Swa, yang temanya, luxurious brand marketing. Wah, saya yang saat itu sedang leyeh leyeh di Jambi, senang sekali. Tapi sih sekaligus sempat terhenyak juga, mengingat sebelum ini belum pernah ada undangan diskusi internal. Pastinya sih diskusi ini penting sekali buat majalah Swa, kalau tidak, pasti mereka tidak mau bersibuk sibuk menyiapkan tiket pp dan sejumlah fasilitas untuk saya.

Mendarat ke Jakarta, setelah makan siang dan ngeblow dikit di Irwan Salon, di manalagi kalau enggak di Senayan City, banci salon mah teteup di mana mana... Dah seger, ga lecek lagi, meluncur lah saya ke kantor majalah Swa di daerah Tanah Abang... saya di sana langsung disambut hangat oleh teman teman dari majalah Swa, termasuk oleh Pak RB Soedarto.

Setelah sempat minum teh dan ngobrol panjang lebar dengan Pak Soedarto, acara di mulai deh. Saya surprise sekali, karena hadir mas Samuel Mulia, pakar gaya hidup , orang yang tulisannya dan pendapatnya sangat saya kagumi. Jam terbang seseorang memang tidak bisa bohong, terlihat jelas disetiap kata katanya Mas Samuel. Dan saya sangat membenarkan kata katanya, bahwa branded things itu bisa membuat kita, pemakainya seperti orgasme, saat membelinya dan memakainya. Dan benar sekali pendapat Mas Samuel, kalau sekali kita sudah membeli barang branded yang benar benar premium high end, ada kecenderungan dalam diri kita untuk membeli dan membeli lagi barang yang berkualitas sama atau lebih dari yang pernah kita beli..

Mas Sam, i adore u so much... i am nothing compare to you...

Selama diskusi yang dihadiri internal majalah Swa, termasuk pimpinan redaksi dan pimpinan perusahaan, kita seru banget mendiskusikan Luxurious Brand Marketing di Indonesia, termasuk apa yang lagi " happening " dan siapa yang ada di inner circle berbisnis di luxurious brand di Indonesia. Mas Samuel yang sudah 30 tahun malang melintang di dunia ini dan ada di lingkungan high society Indonesia, benar benar seperti peta berjalan untuk memahami bisnis ini di Indonesia.

Bicara pemasaran barang barang mewah di Indonesia, memang berbeda sekali dengan pemasaran barang barang mewah di negara lain. Orang Indonesia tidak memakai yang baru keluar dari edisi Summer and Fall 09, tapi orang Indonesia biasanya memakai yang teman teman segenknya pakai, yang teman teman dari genk lainnya lagi heboh pakai. Orang Indonesia tidak di " drive " oleh trend, tapi di " drive " oleh lingkungan yang ada disekitarnya. Makanya enggak usah heran jika disekitar kita sering sekali kita jumpai, " miss kompor gas " , di setiap genk yang ada disekitar kita... Berdasarkan pengalaman nih, di setiap genk mid and high class society pasti ada satu god mothernya atau orang yang berperan sebagai penggerak dan pencetus ide atau trend. Mereka ini lah yang berperan dalam menentukan selera pasar... this is so Indonesian style..

Saking serunya, tanpa terasa, diskusi ini berlangsung sekitar 3 jam, tau tau udah gelap banget di luar sana. Tapi saya senang sekali, bisa berdiskusi dengan orang orang yang memang pakar di bidangnya masing masing. Terima kasih yang tidak terhingga untuk majalah Swa, saya tidak bakalan menolak untuk diundang lagi di acara acara selanjutnya.. (ngarep.com).

Baca tulisan saya ya, di majalah Swa yang terbaru

xxx

Amelia Masniari

2 komentar:

mala mengatakan...

wah penasaran nih mbak

untoong mengatakan...

Keren nih mba, nanya, emang mba nya sering belanja yach, ga habis2 duitnya, kakakakak