Tampilkan postingan dengan label butik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label butik. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 27, 2008

TIPS BUKA BUTIK XI : PERSAINGAN


Memutuskan buka butik berarti memutuskan untuk siap bersaingan di dunia perdagangan yang “ kejam dan tiada ampun “. Tapi jangan kecil hati dalam menghadapi persaingan, karena didunia bisnis apapun, sekalipun hanya jualan ikan di pasar ikan juga akan di hadapi dengan yang namanya persaingan. Persaingan adalah hal yang biasa, untuk itu perlu disikapi dengan menggunakan kecerdasan yang Tuhan berikan untuk manusia, bukan dengan emosi jiwa yang meledak-ledak.

Persaingan akan semakin sengit jika kita menjual barang-barang yang mirip atau varian dari / dengan yang dijual oleh tetangga kita. Mencuri langganan, fitnah dan sabotase dan banting-bantingan harga adalah sebagian kecil dari bentuk persaingan yang bakal dihadapi pemilik butik.

Kadang kita dihadapi situasi banting-bantingan harga yang tidak dapat terelakan lagi, yang membuat kita harus ikut bertarung. Dari pengalaman yang sangat mahal harganya dan sakit waktu menghadapinya, saya mendapat pelajaran, bahwa banting-bantingan harga adalah sama dengan balapan bunuh diri, tapi entah siapa duluan yang mati !!! Banting-bantingan harga pasti ada batas kekuatannya dalam pertarungan, karena pada dasarnya orang dagang pasti mau untung dan ada cost yang harus dibayar…sewa toko, maintenance fee, gaji pegawai, uang makan, parker dll…

Jika kita pemain baru dan melihat pemain lama dan besar seakan tiada matinya banting-bantingan harga jangan keburu panik, karena saya percaya dalam satu butik jika ada 100 item, tidak akan semua harganya dibanting, pemain besar juga pasti sadar akan cost yang harus dipenuhi… Biasanya misalnya: dari 100 item, 5 dibanting harga jualnya bahkan jauh di bawah harga modal yang membuat seluruh pesaing ternganga-nganga melihatnya, tapi pasti ada harga item-item lainnya yang harganya di mark up…. Yang 5 item tadi hanya sebagai sweetener agar pembeli masuk ke dalam butik mereka. Dan mereka menangguk masih menangguk untung dari yang lain. Karena itu, sekali lagi jangan cepat panic, hadapi persaingan dengan sikap bijak dan buat strategi tersendiri.

Strategi yang bisa dijalankan antara lain sbb. :

  1. Menjual barang yang unik yang tidak ada kembarannya diantara sesama butik…
  2. Rajin pasang mata atau kalau tidak mau ketahuan , kirim mata-mata untuk mengecek barang –barang yang ada di tetangga sebelah atau pesaing berat…
  3. Perkuat garis belakang, atau lengkapi seluruh pegawai kita dengan product knowledge yang cukup dan pengetahuan pelengkapan lainnya terutama sopan santun… Beri kesan yang baik dan ramah terhadap semua pengunjung baik pembeli besar atau pembeli satuan , mereka adalah sarana promosi yang luar biasa bagi butik kita terutama jika mereka puas dengan barang-barang yang disediakan dan pelayanan yang diberikan.
  4. Jangan ragu untuk membuang sedikit dana untuk mempertahankan langganan mereka, kalau perlu beri mereka makan siang ataupun gift , sekalipun sederhana atau murah, namun akan sangat berkesan bagi mereka.
  5. Beri pelanggan pelayanan ekstra home delivery, sales visit ke rumah mereka, pre order ( order khusus sebelum kita buying trip ) , sneaky preview ( intip barang baru sebelum di display, dan membiarkan mereka memilih terlebih dulu. Dijamin langganan akan puas…
  6. Jika kepepet…. Tidak ada salahnya, mengorbankan dua atau tiga item kita korbankan , jual dengan harga modal sebagai sweetener agar orang terpancing masuk ke dalam butik kita. Tapi pastikan juga ada item-item lain yang memberikan untung yang lebih sebagai kompensasi kerugian di tiga item yang dikorbankan.
  7. Lengkapi data base langganan secara detil, ukuran sepatu, blus, celana ( review secara berkala ), warna kesayangan mereka, warna yang mereka hindari, kebutuhan-kebutuhan khusus…. Ajak mereka untuk membawa teman-temannya dan jika mereka membawa teman-temannya jangan lupakan insentif manis untik mereka, yang sederhana seperti gantungan kunci atau lipstick akan sangat berkesan.
  8. Berdoa dan senantiasa percaya bahwa rezeki semua Tuhan yang atur… manusia tidak dapat menghentikan keran rezeki yang Tuhan berikan, kalaupun keran rezeki kita di berhentikan orang, percayalah, Tuhan akan membuka keran-keran rezeki lainnya.
  9. Berdoalah agar tempat usaha kita dijauhkan dari kuasa-kuasa jahat ( santet, hipnotis , dll ) yang menghancurkan usaha kita. Percayalah Tuhan akan memberkati setiap umatnya yang bekerja keras, berdoa dan mengandalkan kekuatanNYA
Love

amy

Kamis, Februari 28, 2008

STOCK LOT










Stock Lot D& G

Bahasa keren dari sisa produk, namun lebih dikenal sebagai sisa ekspor.

Pesanan biasanya datang ke sebuah pabrik garmen dari sebuah perusahaan pemegang lisensi merek, bisa juga dari sub nya.. artinya.. order itu di sub kan ke orang lain, dan pihak ketiga yang mencarikan pabrik untuk membuat sesuai p.o ( purchase order ).

Biasanya.. sepanjang yang saya ketahui, dalam p.o, pihak pemberi p.o. mengirimkan juga material-materialnya secara lengkap, dari bahan, kancing, resleting, benang, merek, dan ornamen2 lainnya yang sesuai dengan standard merek yang mereka miliki. Biasanya mereka mengirimkan material-material dalam jumlah yang berlebih dengan asumsi jika ada kesalahan produksi, maka tetap ada material untuk membuat yang baru. Misalnya: untuk 100 ptg dibutuhkan 2000 m bahan, maka mereka akan mengirimkan 3000 m, dibutuhkan kancing 1000pcs, maka akan dikirim 2500...

Setelah diproduksi, maka pihak pemberi PO atau trading house yang diberi kuasa akan mengirimkan orang untuk qc... Qc asing biasanya memiliki mata setajam burung elang... jahitan miring sedikit, maka baju tersebut langsung dilempar ke bak sampah, jika kancingnya miring sedikit, langsung masuk bak sampah, atau jahitan dibelakang leher yang di mata awam tidak ada yang salah, langsung dinyatakan tidak layak kirim.

Barang-barang yang tidak layak kirim atau dinyatakan cacat ini yang kemudian dijual ke luar pabrik dengan harga miring disebut ( stocklot ). Namun sering juga terjadi, jika semua barang yang dipesan sudah dikirim, maka sisa material dijahit ( persis seperti aslinya ) dan dijual keluar dengan harga miring ( wajar karena materialnya gratis... hehehe )... barang-barang ini sering disebut stock lot juga..

Namun sering trading house atau pemilik factory outlet tidak jujur. Barang tembakan alias fake dibilang stock lot atau sering juga... mereka membeli barang aslinya satu, trus dibuat copynya, namun disebut stock lot. Atau sering juga dicampur, stock lot asli dengan tembakannya... Sepanjang yang saya tahu, pabrik-pabrik besar yang membuat barang ekspor biasanya tidak menjual retail atau partai dalam jumlah tertentu... biasanya mereka borong / angkat isi satu pabrik... biasanya trading house... Misalnya sisa produksi mereka 8000 pcs, maka harus dibeli semua... memang murah banget sih... tapi dari 8000pcs... bisa saja ada 1000 pcs yang rusak total, 500 masih bisa direkayasa, sisanya layak jual... semua tergantung nasib lah.... tapi yang jelas bisnis ini sangat menguntungkan... Bagaimana tidak.. sering trading house membeli sangat murah dalam rupiah... lalu menjual kembali ke buyer-buyer asing dalam dollar... atau euro....

anda tertarik ???

Rabu, Januari 09, 2008

TIPS MEMBUKA BUTIK III

















LOGO



Buat logo dengan gambar , warna dan jenis huruf yang spesial dan menarik mata... Setelah buat logo, segera patenkan logo tersebut sebelum sempat dibajak orang.


BRAND PRINT



Salah satu element yang nampaknya sepele namun berperan dalam promosi adalah brandprint ( barang-barang cetakan ):



  1. Shopping Bag
  2. Kartu Nama
  3. Leaflet/ Pamflet
  4. Spanduk
  5. Price Tag
  6. Kertas Kado
  7. Pita
  8. Box
  9. Sticker


Pastikan Logo, nama dan alamat tercetak dengan jelas di brand print. Brand Print sebaiknya dicetak sangat menarik sesuai dengan konsep butik kita dan sebaiknya dengan kualitas yang prima dan tidak mudah rusak, terutama untuk shopping bag. Shopping Bag yang bisa dipakai beberapa kali bisa dipakai sebagai alat promosi berjalan.



Harga Barang



Setelah buying trip, yang harus dipikirkan adalah harga jual barang, karena kita harus untung kan.... Elemen yang harus ditambahkan dari harga dasar barang adalah sbb. :



Ilustrasi



Harga modal barang : Rp 1.000.000,-


Total Belanja Barang 1 trip : Rp. 100.000.000,-


Jumlah Barang 1 trip : 100 pcs

  • Biaya Buying Trips, biaya buying trips dibagi jumlah barang, Rp 30.000.000 : 100 pcs = Rp. 300.000,-/pcs (1)
  • Biaya sewa tempat dan operasional toko ( termasuk biaya pegawai dan thr nya ) selama setahun dibagi jumlah barang dijual selama setahun, Rp. 60.000.000 : 1500/pcs = Rp. 40.000/pcs (2)
  • Toleransi Kehilangan 10 % dari belanja barang satu trip dibagi jumlah barang , Rp. 100.000/ pcs.(3)
  • Toleransi Barang Mati 10 % dari belanja barang satu trip dibagi jumlah barang, Rp. 100.000/pcs (4)
  • Biaya Promosi 10 % dari belanja barang satu trip dibagi jumlah barang, Rp. 100.000/ pcs ( 5 )
  • Profit 15 % ( misalnya ) dari belanja barang satu trip dibagi jumlah barang, Rp. 150.000/pcs ( 6 )

Total harga jual = Harga Modal barang + [1+2+3+4+5+6]


Rp. 1.790.000 = Rp. 1.000.000,- + Rp. 790.000,-


Credit Card



Menerima pembayaran credit card dan debet card adalah keharusan. Untuk itu kita harus menyediakan mesin otorisasi. Tidak semua bank menyediakan mesin tersebut, hanya beberapa bank yang sudah ditunjuk oleh pemilik perusahaan kartu kredit. Biasanya ada persyaratan yang diminta oleh bank tersebut :

1. Fotocopy rekening koran 6 bulan terakhir
2. 1 Line telp bebas khusus untuk mesin
3. Fotocopy surat izin usaha


Jangan lupa latih pegawai-pegawai anda untuk jeli terhadap kartu kredit palsu, karena semua resiko ada sama kita, pemilik toko. Salah-salah kita deh yang kebobolan... hehehe....


Grand Opening


Bagian ini yang saya paling suka... Biasanya Grand Opening lebih heboh dari pesta biasa. Pastikan acara grand opening butik anda heboh banget dan diliput di berbagai media. Yang harus dipersiapkan untuk grand opening adalah sbb. :



  • Buat acara dengan tema yang sesuai dengan konsep butik.
  • Buat undangan secantik mungkin yang multi fungsi, sehingga tidak langsung terbuang dan penerimanya merasa sayang untuk membuangnya.
  • cetak souvenir yang sangat cantik dan berguna.
  • Undang media cetak dan elektronik sebanyak mungkin.
  • Sebarkan leaflet, pamflet dan spanduk sebanyak mungkin.
  • Beri diskon yang sangat menarik di hari grand opening.
  • Buat acara yang asyik dan penonton betah sampai acara selesai.
  • Buat dekorasi yang sesuai tema namun tidak menghalangi display barang.
  • Sediakan snack ringan yang enak dan minuman ringan, namun pastikan tidak akan mengotori butik dan displaynya.
Voila... Inilah butik impian kita....

Mengelola butik itu fun banget... I swear......

Kalau sukses jangan lupa saya yah.....

Selasa, Januari 08, 2008

TIPS MEMBUKA BUTIK II



















LEGALITAS

Setelah konsep dan planning bakal butik beres, yang paling penting untuk diselesaikan terlebih dulu adalah urusan legalitas usaha butik kita. Saya bukan ahli di bidang ini, tapi saya tahu yang harus duluan diselesaikan adalah







  1. Badan usaha butik


  2. SIUP


  3. NPWP


  4. TDP


  5. Izin dari propinsi ( setiap propinsi bisa berbeda kebijakan )





Jika kita tidak paham, sebaiknya serahkan saja sama biro jasa atau notaris. Mereka pasti siap membantu dan biayanya tidak terlalu mahal. Dan karena mereka memang ahlinya, jadi tidak terlalu lama prosesnya.


Jika kita memproduksi barang dengan merek sendiri, saran saya segera patent kan merek tersebut sebelum ngetop di Departement Kehakiman, sebelum ada orang lain yang lebih dulu mematenkan merek kita. Dan untuk jangka panjang segera buka website atau paling tidak beli domain nama merek kita sebelum keduluan orang lain. Beberapa kali kejadian pada merek-merek ternama ( yang saya tidak dapat sebutkan ) domain namanya sudah keburuan didaftarkan orang lain dan pemilik merek yang sah justru diperas, domain itu dijual lagi dengan harga yang mencekik leher... sakit hati banget ga sih ???





BUYING TRIP







Memutuskan menjual barang-barang import apalagi high end branded tidak semudah yang dibayangkan orang. Buying Tips ke luar negeri bukanlah hal yang menyenangkan seperti yang dibayangkan orang. Sangat melelahkan dan ada resikonya juga...apalagi jika yang dibeli barang-barang high end branded yang harganya tidak murah. Survey sebelum berangkat adalah keharusan yang tidak dapat ditawar.


Pastikan juga kita membawa modal yang sangat berharga, bukan uang dollar, tetapi sepasang mata yang komersil yang dapat melihat potensi barang. Tidak semua barang yang menurut kita bagus saleable loh.... Setelah profesional, sering saya beli barang yang justru saya tidak suka, tapi saya yakin banyak orang yang suka... Kalau kita menuruti kata hati membeli semua yang kita suka, maka semua akan berakhir di lemari kita sendiri... Hehehehee....





Untuk buying trip, diperlukan perhitungan biaya yang sangat cermat, karena salah perhitungan dapat berakibat fatal dan membuat harga dagangan kita tidak kompetitif.

Komponen biaya yang harus diperhitungkan secara cermat:



  1. Tiket
  2. Dokumen perjalanan: visa, fiskal, airport tax
  3. Hotel
  4. Ekspedisi
  5. Overweight excess bagage
  6. Akomodasi, transportasi, makan, jajan, tip, dll..
  7. Bea Cukai
  8. Peraturan Imigrasi negara tujuan, mis: peraturan membawa jumlah uang tunai

Sebelum berangkat, pastikan barang barang belanjaan akan kita bawa sendiri ( hand carry ) atau menggunakan jasa ekspedisi. Semuanya ada keuntungan dan kelebihan masing-masing, tergantung kebutuhan kita.




Alert : Selama buying Trip, Pastikan kita dalam kondisi yang fit dan siapkan fisik sebaik-baiknya, karena di luar negeri tidak ada porter yang bisa diharapkan untuk bantu kita angkat-angkat barang ( kecuali di Cina ). Jadi konsumsi vitamin c yang cukup supaya tidak gampang sakit ( mengingat biaya berobat di luar negeri apalagi jika tidak punya asuransi sangat mahal ) dan vitamin b kompleks biar tidak cepat lelah...




Jasa Ekspedisi







Lebih praktis dan membuat kita tidak terlalu repot pada saat perjalanan pulang. Kebanyakan jasa ekspedisi sudah termasuk sampai barang di tempat kita, ada juga yang diambil di kantor mereka di tempat tujuan. Hanya saja permasalahan yang sering ada adalah jika pelabuhan di Indonesia lagi " red light " ( biasanya menjelang hari raya / lagi ada kebijakan ekspor-impor yang baru ), biasanya barang jadi terlambat keluar dari pelabuhan dan bukan rahasia umum lagi jika ada biaya " tambahan lainnya ".



Namun saran saya, jika barang-barang kita adalah barang yang pergantian modelnya sangat cepat, sebaiknya tidak menggunakan jasa ekspedisi, karena bisa saja ada keterlambatan barang itu keluar dari pelabuhan, sehingga ketika barang sampai, tidak model lagi deh, trus kita mengalami kesulitan dalam menjualnya...




Alert : Jika barang kita barang yang high end brand, jangan menggunakan ekspedisi, karen pelabuhan di Indonesia masih banyak tikusnya, dan biasanya asuransi pun tidak mau mencover barang-barang jenis ini jika menggunakan ekspedisi.




Hand Carry







Berdasarkan pengalaman, usahakan biaya buying tips tidak lebih dari 30 % dari nilai barang belanjaan kita, misalnya jika nilai barang belanjaan 100 juta, biaya perjalanan tidak boleh lebih dari 30 juta. Buying Trips terutama jika kita hand carry itu artinya identik dengan overweight, dan artinya kita berurusan dengan bea cukai bandara. Bea Cukai bandara di Indonesia identik dengan biaya "rokok" ( walaupun biaya itu kadang jumlahnya bisa beli rokok se gudang... hehehe ).



Sebelum pergi ada baiknya kita tahu batas overweight, biaya overweight / kg serta ukuran bagasi yang diizinkan dari maskapai penerbangan yang kita gunakan. Beda maskapai beda kebijakan. Biasanya overweight dibeberapa negara dibayar dengan uang tunai, jadi jangan lupa sediakan uang tunai yang cukup.




BEA CUKAI INDONESIA







Membicarakan Bea Cukai Indonesia berarti mebahas pegawainya, bukan institusinya. Membicarakan pegawainya berarti membahas mental pegawai negeri di Indonesia di mana semuanya mungkin.... Menurut saya, sebagai pemilik butik di Indonesia, memiliki koneksi di Bea Cukai adalah hukum yang wajib. Di Bandara Sukarno Hatta sering nampak jelas sering ada ketidak adilan, orang bawa 10 koper cengengesan sama petugas bea cukai melenggang begitu aja dengan santai nya keluar pintu bandara, sementara kita bawa dua koper saja bisa diacak-acak... plus ditanyain sejuta pertanyaan bak tahanan perang....



Alert : Setelah sosialista, petugas bea cukai bandara Sukarno - Hatta adalah orang yang sangat tahu merek-merek high end... Dan mereka lebih jeli dan lebih pintar dari kita melihat mana barang asli, mana barang palsu... Jadi hati-hati aja sama mereka, bawa barang asli kena getok, bawa barang palsu kena palak ....huahahahhahahaaa......







Bukan ngajarin yang ga bener... tapi sebaiknya sediakan uang tunai yang cukup untuk uang rokok para bapak-bapak petugas bea cukai Bandara, karena pada intinya yang penting kita tidak diresehin kan.... hehehhe.... Ampun Pak... Ampun....








to be continued part 2








Biar penasaran...... hehehhee.....

Senin, Januari 07, 2008

TIPS MEMBUKA BUTIK I




Saya melihat selama tiga tahun terakhir ini banyak sekali usaha butik dengan segala macam target market. Namun sering sekali saya melihat butik yang target market nya tidak fokus, semua barang dijual dan lebih parahnya lagi, barang eksklusif dicampur barang murmer, dekorasi yang asal-asalan, dan sering tidak cocok dengan lokasi dan target marketnya. Sayangkan....karena membuka butik itu membutuhkan modal yang tidak sedikit......


Tips Membuka Butik


Target Market, yang paling penting, karena dari ini semua kita menentukan:


  1. Lokasi

  2. Jenis barang yang akan dijual

  3. Dekorasi

  4. Promosi

  5. Pegawai

Kesalahan yang paling sering dilakukan butik-butik di Indonesia karena segmentasi pelanggan yang tidak jelas. Barang untuk perempuan dicampur dengan barang bayi, baju anak-anak dicampur jualan lingerie... alamakkkkkkk benar-benar gemas saya melihatnya... Idealnya jika segmentasi pasar jelas, sebuah butik dapat menjadi acuan para pelanggannya, misalnya untuk baju anak-anak datang saja ke butik 123 atau untuk tas-tas bermerek datang saja ke butik abc... Target market dapat ditentukan dari :



  1. Gender: Laki-laki / Perempuan / anak-anak / bayi...

  2. Sosial ekonomi pelanggan: Very high society, upper class atau urban class

  3. Umur target market

Lokasi...Lokasi...Lokasi...


Keberhasilan suatu usaha sangat ditentukan oleh lokasi usaha tersebut. Setelah menentukan target baru memilih lokasi di mana target berkumpul. Misalnya, jika kita menjual barang untuk ABG lokasi terbaiknya adalah didekat sekolah favorit, bukan di Senci atau di Kemang. Jika target kita very high society, tempat yang pas adalah tempat yang sekelas Senci, bukan di ITC Cempaka Mas...


Jika kita memilih di sebuah Mall, pastikan tempatnya dekat atau terlihat dari pusat orang keluar-masuk atau eskalator... Memang posisi yang terbaik berharga lebih mahal, namun lebih prospektif....


Jika di perumahan atau di Kemang, idealnya harus dipinggir jalan raya, billboard yang sangat terang dan jelas dan harus terlihat dari jarak pandang orang yang mengendarai atau berada di dalam mobil. Lebih baik lagi jika suasana dalam butik yang terang benderang dan terlihat ada aktifitas dari jalan raya pasti menggoda orang untuk mampir begitu dia ada waktu.....


Jenis Barang Yang Akan Dijual


Supply = Demand??? Idealnya kita harus research kecil-kecilan...Jangan pernah menjual barang yang demand nya tidak jelas... Setelah demand jelas, pastikan supply nya ada dapat diperoleh di mana dan sumber barang tersebut dapat menjamin pasokan secara kontinyu.... Kalau tidak kontinyu, barang di butik habis kita bisa kebingungan sendiri, apalagi kalau sumber barang itu di luar negeri yang untuk jalan ke sananya diperlukan prosedur berbelit... Pastikan sumber barang memberikan harga yang terbaik dalam arti harga paling murah mutu terjamin... karena prinsip dagang yang usianya ribuan tahun adalah beli semurah-murahnya, jual semahal-mahalnya.... Jangan lupa rajin mengecek kompetitor atau bakal kompetitor... supaya kita tidak terlihat konyol jika jual kemahalan...


Jika kita memutuskan untuk berproduksi sendiri, pastikan produksi dan ongkos produksinya stabil, tidak berlebihan dan berkala, jadi kita sudah memikirkan untuk memiliki stok material-material yang dibutuhkan sewaktu-waktu jika tiba-tiba harus meningkatkan produksi atau jika ada pesanan dalam jumlah lebih dari biasanya. Produksi sendiri memang jauh lebih ruwet karena harus memikirkan penjahit, pengrajin, dan pekerjaan-pekerjaan detil lainnya...Namun ada kepuasan yang tidak dapat digambarkan.....


Dekorasi


Dekorasi sangat berperan untuk memancing orang masuk ke dalam butik dan dekorasi yang impresif bisa membuat orang betah berlama-lama duduk dan memancing orang untuk membeli. Saya pernah masuk ke sebuah butik di Cina yang dekorasinya seperti rumah Barbie... girlie in pink... sangat nyaman sekali... butik yang barang-barangnya sangat girlie ini membuat saya yang tidak terlalu girlie membeli beberapa potong koleksinya yang tidak murah untuk ukuran barang-barang cina....


Pencahayaan adalah faktor terpenting dalam dekorasi butik. Pencahayaan yang kuat dapat memperindah warna-warna barang yang di pajang. Pernah tidak kita merasa baju yang kita beli di butik terlihat lebih indah di butik daripada waktu kita pakai di rumah ???? pasti sering kan??? ini semua karena ilusi cahaya lampu sorot berkekuatan tinggi yang membuatnya terlihat lebih indah !!!!!!


Dekorasi dan display butik harus disesuaikan dengan target market dan tema apa yang mau kita sampaikan dan harus sangat eye catching... Jika kita meragukan kemampuan kita sendiri jangan ragu untuk menyewa jasa profesional, daripada membuat orang yang lihat jadi malas masuk ke dalam butik kita... Percaya deh.. ga ada ruginya memakai jasa profesional...


Saya pernah menegur sales assistant butik Zainal Songket waktu dia memajang manequin dengan kebaya biru berbenang dan berpayet silver yang sebenarnya sangat indah dengan songket Palembang merah berbenang emas yang sangat mewah... benar-benar asli tulalit abezzzzzzz... padahal di butik itu banyak sekali songket yang jauh lebih cocok untuk kebaya biru tadi.... Musti di training dulu sales assistant itu....


Display harus diganti secara berkala supaya yang melihatnya tidak bosan dan jadi kepingin masuk untuk melihat apakah ada yang baru di dalam...


Promosi


Promosi memang membutuhkan budget, namun budget yang besar belum tentu efektif jika tidak dapat menjangkau target market kita, yang ada malah membuat harga barang kita jadi semakin mahal dan tidak kompetitif... Menurut saya, promosi yang terbaik dan paling murah adalah pertemanan kita...Jadi jangan malas datang arisan, pertemuan organisasi wanita karena disanalah waktu yang tepat untuk menjaring prospek... Meminjamkan baju untuk sesi pemotretan atau shooting sinetron atau infotainment juga sangat efektif dan tidak memakan biaya besar.


Mengikuti pameran dan bazaar juga sangat ampuh namun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit malah kadang tidak langsung seketika berdampak pada butik kita. Iklan di majalah atau surat kabar juga sangat efektif, namun berbiaya besar, sehingga perhitungannya harus cermat dan matang.


Pegawai


Bab ini yang sering bikin kita, pemilik butik uring-uringan... Jika butik kecil kadang kita bisa meminta bantuan anggota keluarga, saudara atau teman untuk menjaga jika kita berhalangan, namun kalau sudah semakin besar kita harus menggaji pegawai...


Pastikan kita tahu asal usul pegawai tersebut, sehingga jika terjadi suatu masalah kita tahu kemana harus mencari dan menuntutnya. Pastikan pegawai yang ramah dan penuh inisiatif, tersebut sudah di training etiket dan pengetahuan mode dan trend. Saya sering ke butik yang sangat mewah namun pegawainya guooobloookkkk nya ga ketulungan, saya jadi spannenggg dibuatnya... mau happy jadi dongkol...langsung balik badan deh saya...Sering juga saya menemui sales assistant yang pasif dan tidak ada inisiatif....


Saya sadar sepenuhnya... mencari pegawai itu seperti mencari jodoh. Kadang kita sudah cocok, dia sudah pintar...dan langganan sudah cocok sama dia juga.. eh dirampok sama kompetitor kita... dongkol banget rasanya....


Jika memungkinkan sebaiknya ada pegawai yang khusus ngurusin stock barang dan dan keuangan...Pastikan orang yang jujur....Kalau gak ntar kita sakit kepala sendiri dibuat mereka !!!


Kita juga harus membuat mekanisme untuk meminimalisir kecurian. Pengalaman saya justru lebih sering kecurian oleh pegawai daripada pengunjung !!! Pencurian memang tidak dapat dicegah, namun saya percaya dapat diminimalisir dengan pengawasan ketat dan berkala!!!!


Ok... deh... to be continued part 2... hehehehe...

salam bsm

amy