Tampilkan postingan dengan label boutique. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label boutique. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 24, 2008

YIMA , HEMA , SHEMA , BAIMA



Tersihir Pesona Yima, Hema,Shema dan Baima








Satu lagi oleh-oleh dari Guangzhou

Ke empat gedung ini ada dalam satu blok yang sangat besar yang terletak disamping Stasiun dekat Jiefang North Lu...

Ke empat ini pusat penjualan baju kualitas terbaik di Cina ( ampun, deh... semua lucu...), dimana yang datang berbelanja di sana adalah pemilik-pemilik butik di Hongkong, Korea, Singapore, dll... banyak juga bule-bule terlihat memborong di tempat ini.

Sebagian toko malah mempersilahkan pembeli membawa merek sendiri yang lalu dijahitkan ke baju yang kita beli. Yang biasa melakukan ini adalah orang-orang korea yang seliweran di sana.

Sistem pembelian disana biasanya berdasarkan seri warna, kadang size....sistem ukuran yang digunakan juga macam-macam... ada sistem korea ( 55,66,77 ) , sistem eropa ( 38-44) atau sistem amerika size ( 0-14 ).

Barang-barang yang ada di BaiMa ini beda dengan yang ada di tempat penjualan baju lainnya seperti I de Lu, TeeMall, Shangjiaxiu Lu... Jauh lebih exclusive dan keren...

Karena sudah dihitung harga grosir, kalau kita menawar terlalu rendah bakal dicuekin abis-abisan, karena orang Indonesia kalah pamor belanjaannya sama orang korea...

Yang uniknya, disana semua sales attendant dipilih yang cantik-cantik dan super langsing... mereka mengenakan baju-baju yang juga di jual, mereka lebih sebagai manekin berjalan yang hidup.... Karena mereka super langsing, semua baju jadi terlihat cantik dan menggoda untuk di beli....

Happy Hunting..

Jumat, Februari 29, 2008

KRITIK MEMBANGUN ATAU KOMENTAR ATAU MEMANG DASAR SIRIK



Sejak blog BSM mulai dikenal saya dihujanin ratusan kometar yang menurut saya sudah menjadi bagian dari resiko menulis blog. Saya pribadi sama sekali tidak keberatan dihujani komentar baik yang berupa kritik membangun, compliment maupun celaan sekali pun...


Namun saya sesali akhir-akhir ini semakin banyak komentar yang sangat tendensius yang ujung-ujungnya hanya bermuara mendeskreditkan acara BSM beserta teman: Buying Trip Tour With BSM Guangzhou 1-5 Mei 2008.


Tadinya selama beberapa tahun ini, acara BSM hanya untuk kalangan yang sangat terbatas, teman-teman terdekat saya, tapi setelah Blog BSM jadi dikenal, dan saya mendapat sahabat-sahabat baru yang dengan tulus memberikan advice untuk BSM, akhirnya saya putuskan untuk mengikutsertakan teman-teman saya di acara ini. Tujuan utama saya mengajak para teman-teman milis BSM adalah semata-mata untuk membuktikan bahwa yang saya tulis di Blog ini memang benar.. dan kebenarannya hanya bisa diperlihatkan dengan berkunjung sendiri ke sana. Kalaupun nanti pesertanya hanya sedikit karena pengaruh tulisan-tulisan orang yang berusaha menggagalkan... saya tidak masalah karena saya tidak cari makan dari acara ini. Dan saya tidak pernah menjanjikan keuntungan yang bombastis dalam acara ini... karena acara ini lebih berunsur edukasi...

Acara BSM ke Guangzhou juga bukan tour kelas low budget, karena saya dan teman-teman yang mendaftar lebih mengutamakan keamanan, keselamatan dan kenyamanan....( Mengingat hampir semua anggotanya perempuan cantik dan super duper keren sekelas Paris Hilton.... hahahahah... ) Jadi mungkin bagi sebagian orang terlihat dengan fasilitas yang semua luks terlihat besar biayanya.... Saya tidak pernah memaksa...


Anonim telah membuat komentar baru pada posting Anda "TIPS BUKA BUTIK VIII : HOW TO MAKE PROFIT IN BUYIN..." Komen sekali lagi ya mbak. Boleh tau enggak butiknya mbak Amy ada dimana ? Kalo butiknya online jualannya dimana (URL)nya ? Mungkin bisa di share supaya calon pembuka butik atau calon pengikut buying tour bisa lihat langsung qualitas barang2 yang mbak beli di Guangzhou supaya tau pasti ekspektasinya. Mungkin juga bisa dikasih tau inventory turn overnya berapa lama. Berapa kali biasanya buying trip supaya bisa dapat profit sedemikian rupa ? 1 bulan sekali, 6 bulan sekali, apa mungkin 1 tahun sekali. Kalo 1 tahun sekali, 41 juta tentunya bukan figur yang menggiurkan apalagi dengan modal sebesar itu. Mungkin bisa memberi gambaran lebih jelas. Terima Kasih.-Ajeng-

Semua orang yang bisa baca juga bisa lihat, jelas-jelas yang saya tulis adalah estimasi profit untuk satu kali hit. Kompetensi setiap butik berbeda-beda... ada yang bisa habis seminggu ( i ever did, girl... ), sebulan tiga bulan.. dan kalau dia ( pemilik atau pengelola butiknya ) molor saja... seabad juga ga habis...... hahahahah..... Memang saya belum sempat posting untuk profit jangka panjang.....

Chin-san telah membuat komentar baru pada posting Anda "BUYING TRIP TOUR WITH BSM GUANGZHOU 1-4 MEI 2008" Halo mbak..saya gak sangaja nemuin blog ini..isinya lucu2 seh.Soal tour ke GZ itu..masukan aja yah. Kemahalan. Daku tau kalian pake SQ, tapi dengan harga promo yang baru dilaunching sama mereka,488USD nett untuk tiket 30 hari pp Jakarta-GZ via Spore, kayaknya SQ gak jadi alasan buat harga mahal. Rosedale juga...well, itu hotel standar banget. Sorry neh jangan down ato marah ye. Gue sekolah di Guangzhou dua tahun. Tau seluk-beluk tuh kota gimana...and hotel2 apa yang hip. Kalo bisa anda nego lagi aja sama penyelenggara tour, minta upgrade ke WESTIN hotel yang baru buka tahun lalu. Serius neh, dengan harga 1300US buat 4 malam, all of you deserve to stay at a much better hotel. Perkara jadwal sih udah lumayan ok lah. Dijamin shoppingnya berkesan. Awas uang palsu pecahan 50 dan 100 yuan mengincar orang asing seperti serigala liat little pigs berkeliaran. Met shopping.

BTW... Saya sudah cek SQ headquarter di Sing... harga Jak- GZ return USD 488 cuma berlaku sampai penjualan akhir februari... dan digunakan sampai akhir April 2008.

Tapi saya percaya bahwa teman-teman saya yang ikut dapat menyaksikan bahwa semua yang saya tulis benar tanpa ditambahkan sedikit pun atau dikurangi sedikit pun.... Dan saya percaya cepat atau lambat konsumen akan semakin pintar dan tidak bersedia lagi untuk dibohongi.....


Saya juga heran dengan adanya beberapa komentar yang artikelnya apa, komentarnya ga nyambung sama sekali.... Misalnya dalam artikel Stock Lot... satu kata pun tidak ada saya sebutkan tentang China, tidak satu kata pun saya menyebutkan merek, Namun saya malah dituduh mengecohkan dan memberikan harapan terlalu tinggi terhadap orang lain hahahahha.......


Kalau masalah Stocklot.... Saya pengalaman jadi supplier beberapa tahun non stop di Sogo, Metro Indonesia, Metro Singapura, Carrefour, Heritage.... Boleh di cek di buyer masing-masing... Saya sama sekali tidak pernah menjual barang palsu. atau boleh cek di pabrik-pabrik garment di kawasan berikat nusantara Jakarta.... hahahahhahaha.....( maklum mantan pacar saya yang ganteng itu, mantan kepala semuat rang-rang di sana.... hahahahah )


Anonim telah membuat komentar baru pada posting Anda "STOCK LOT" Mau sekedar klarifikasi mbak, barang2 designer dari China dengan merk semacam D&G, Prada, Dior dll hampir dipastikan 100% palsu (seperti juga yang mbak jual dan juga banyak ditemui di pasar/grosir di Indonesia seperti saya tulis di komen sebelumnya). Ini bukan stocklot melainkan palsu/tembakan. Kalo barang2 stocklot dengan merek2 high street seperti GAP, Banana Republic, Abercrombie, Old Navy, Guess, Next memang mungkin asli dan sama seperti yang dijual di retail. Saya tahu betul hal ini karena saya exporter dan salah satu supplier perusahaan2 diatas buat category men's wear produk mereka (boxer/briefs). Merek2 diatas yang ditemui di FO adalah barang2 irregular (defect) yang dikenal dengan istilah "sisa export". Mungkin lain kali bisa di cross check fakta2nya sebelom menulis, kasihan orang2 yang baca nanti jadi terkecoh karena harapan terlalu tinggi.-Ajeng-


Kalau saya clearance closet... terserah mau dinilai seperti apa... dikasihani juga boleh... Wong LV aja ada dijual di Mayestik juga. hahahhahahahahaha, Tapi semua kan terlihat dari material-materialnya yang harus anda pernah sentuh... LV asli kalau dipakai si Inem juga terlihat palsu... dan LV palsu kalau dipakai seorang sekelas Tante Titi Suharto juga pasti dikira asli hahahahhahaha.......


Anonim telah membuat komentar baru pada posting Anda "BSM ( MY ) BOUTIQUE CLOSET CLEARANCE SALE" Ya ampuun, jauh jauh ke Guangzhou tuh dapetnya cuman barang barang kaya gini mbak. Ma'af ya mbak, tapi kaos2 yang mbak jual diatas (dior, prada, d&g) saya pernah beli buat pembantu saya di Pasar Mayestik, Rp. 35.000/potong. Terus terang aja, saya dikasih gratis juga nggak bakalan saya pake mbak. Sayang amat kalo ke Guangzhou dapet dapetnya barang kaya gini. Menurut saya baju2 di Mangga Dua (import dr Korea/HK) jauh lebih bagus model dan kwalitasnya.Ajeng

Saudara ajeng ( yang saya ragukan identitasnya ) yang terhormat....

Nampak sekali pengetahuan anda sangat terbatas untuk masalah yang anda komentari di Blog saya.. Saya juga meragukan kredibilitas anda sebagai seorang eksporter... melihat dangkalnya pengetahuan anda...

Kayaknya Anda masih harus sering-sering jalan-jalan ke Eropa, khususnya Milan dan New York... Untuk Merek Prada yang Red Label seperti Prada Sport atau D&G atau Moschino Chic and Cheap, DVF ( Diane Von Furstenberg ) hampir semua tag bajunya sudah bertuliskan made in Hongkong atau Made in China. Untuk kasus Mark and Spencer... untuk sepatu dan sebagian tas , dan baju dan tas Guess adalah made in KBN Cilincing... yang diekspor dalam keadaan belum diberi Brand... lalu dikirim ke Hongkong untuk diberi Brand di sana dengan tulisan made in China atau made in Hongkong. Untuk baju sekelas St john, BCBG, Isaac ada sebagian dibuat di KBN Cilincing, Guangzhou dan Shenzen ...

Jadi Siapa Bilang semua barang di China Palsu ???.......

Merek GAP, Banana Republic, Abercombie... apalagi old navy untuk ukuran Amerika ga bisa dibilang barang high street... itu mah di sana barang sejuta umat yang mursidahhhhhhhhh. Jeng, Kasihan ya... pengetahuan kamu segitu aja.... hahahhahahaha

Pemain Besar Baju dan Tas di Mangga Dua tidak lebih dari jumlah jari di satu tangan... dan mereka selalu secara rutin memasok berkontainer dari Guangzhou ke Jakarta ( makanya banyak ) sekali baju-baju di Mangdu yang terlihat mirip..... Tapi mereka selalu bilang belanja di Hkg dan Korea.... Memang benar beberapa pemain kecil masih bolak-balik ke HKG ( bahkan ada yang tiap minggu ), tapi kalau ke korea... kayaknya..... yang pergi itu goblok.... karena pedagang-pedagang grosir di Korea sliweran di Guangzhou... dan beberapa saya yang kenal mengakui... di Korea tidak ada industri palsu lagi ( khusus tas ) dan baju made in korea sudah terlalu mahal ongkos produksinya.. sehingga sering mereka design di Korea, diproduksi di GZ.......

Kasian deh loe... Jeng...

Pertama kali ke GZ saya diajak sahabat keluarga mertua saya, Eddy. Kami sudah dua generasi bersahabat... dari papanya Eddy dengan mertua saya dan Eddy dengan saya dan mantan pacar. Keluarga Eddy ini adalah salah satu pemain ( boleh dibilang monopoli ) ikat pinggang dan dompet tidak hanya di Indonesia ,namun dengan jaringannya juga di Malaysia. Mereka juga pemilik lisensi Belt dan Dompet Bonia di Indonesia. Keluarganya Eddy sudah hampir 25 tahun bermain di Asemka dan Mangga Dua... dan menguasai jaringan sampai ke seluruh Indonesia... Sekarang yang rutin ke GZ untuk mengecek model 2x setaun adiknya.... Alin dan Afu.... Mereka mulai berdagang barang dari China sejak pertama kalinya China membuka pintunya untuk dunia luar awal tahun 90 an....

Saya banyak belajar dari keluarga ini cara berdagang mereka yang kesannya sangat konservatif tapi selalu untung.... hahhahaha..... Mereka lah dengan beberapa relasinya yang membawa saya menelusuri GZ sampai gang yang paling busuk sekalipun untuk mendapatkan barang-barang terbaik yang amazingly murahnya.... yang tidak pernah terbayangkan oleh saya sebelumnya....

Keluarga ini lah yang membuka mata saya...akan betapa besarnya potensi perdagangan di China.... mengajari saya deal dengan orang-orang disana... merayu orang-orang disana agar mau menjual barang-barang sisa ekspor yang mereka umpetin... yang tidak dijual pada sembarangan orang...

Dari mereka pula lah...saya sadar akan peta perdagangan barang-barang baik asli atau fake di Indonesia... saya sadar... betapa banyak dirugikannnya masyarakat Indonesia selama ini... oleh praktek-praktek perdagangan yang tidak jujur, tidak hanya di Mangga Dua,namun juga sekaligus dibutik-butik ternama di Indonesia...

Kalau Anda penasaran... jangan nyela aja... sebaiknya... ikut...saja... Kalau nyela aja bisanya,maka judulnya..."cape dehhhhhhhhhh"

Saya akui... setelah punya Blog, saya mendapatkan banyak sahabat baru dari seluruh Indonesia yang dengan tulus hati dan cara yang approriate memberi kritik, inspirasi dan masukan yang sangat berharga untuk saya.... Terima kasih untuk Mba Eva Azharianda di Jakarta, Oline di Gading, Fitri di Dumai, Jenni di Jerman, Nilma di Jerman, Vita A di Jakarta, Nita di Singapura, Mba Hida di Surakarta, Okky Kandang Sapi Buntal, Mizz Devi, Naek di Fujitsu... dan semua yang tidak dapat disebutkan satu persatu... I Love U All Guys....

Senin, Februari 04, 2008

TIPS BUKA BUTIK V : CUSTOMER SERVICE 1



Harus diakui, salah satu Kelemahan butik-butik ( baik di Butik merek Internasional sampai butik multi brand ) di Indonesia terletak di Customer Service. Kadang saya mencoba mencari letak kesalahannya di mana, walau mungkin itu bukan hak saya, namun saya dengar banyak sekali kasus di mana kita jalan ke butik bukannya senang, justru mengalami dari tidak nyaman pelecehan sampai yang menjurus bentuk pelecehan. Saya sendiri pernah beberapa kali mengalaminya rasanya dongkol sekali dan tidak mau lagi balik ke butik itu.


Saya pernah ke butik S di Dharmawangsa Square, saya dipelototin dari ujung rambut sampai ujung kepala, dan sales attendant nya mengikuti setiap langkah saya... Mungkin saya super sensitif, tapi sorot matanya dan bahasa tubuhnya seakan berkata, " emangnya lu sanggup apa beli di sini !!! " Ok... i am not a socialite nor fashionista.... ok... in our culture still... the appereance judged, even don't judge the book by the appereance, but the appereance judged...." Tapi saya kan tidak layak diperlakukan semena-mena... Mungkin saya masuk ke dalam butik harus dengan memperlihatkan sederet kartu platinum atau prioritas di jidat saya, baru saya akan mendapatkan senyum dan sambutan yang ramah... Atau harus akting jadi tante-tante atau ibu-ibu kaya atau ibu-ibu pejabat dengan sasakan khasnya ?


Pernah saya ke Gucci di Plaza Indonesia, saya lagi lihat-lihat sambil megangin anak saya yang paling besar waktu itu masih dua tahun... baru saya pegang dia langsung bilang, ini 8 juta rupiah harganya... trus dia melototin anak saya... Emang siapa juga yang nanya harganya... saya kan baru lihat-lihat saja.... Waktu itu memang pakaian saya sederhana sekali, hanya rok jeans dan thight t hitam...


Yang lebih parahnya kadang jika kita baru berniat untuk lihat-lihat, siapa tahu ada yang menarik hati, kita sudah diserbu sama gerombolan SPG yang rebutan menawarkan berbagai macam barang yang berbeda dalam waktu bersamaan..ampun !!!!! ... wuih... sampai stress yang ada, begitu ada kesempatan langsung kabur deh.... Contoh Kasus di seluruh outlet Giordano di Jakarta. Giordano termasuk merek favorit saya untuk baju casual, tapi kalau di Jakarta saya jadi malas masuk gara gara gerombolan SPG nya.... Padahal di pusatnya di Guangzhou, China dan di Hongkong, SA GIORDANO tidak seperti koleganya di Jakarta... Saya rasa pasti ada yang salah dalam proses recriuitment dan training customer relationshipnya...

Yang lebih parah lagi...

Ok... I am not slimm like a model....

mungkin juga obesitas..... hehehe ( dalam kenyataannya orang OB sering mendapatkan pelecehan kok... )

Dan tidak lagi hamil.....

ceritanya nih... jalan-jalan ke Mangga Dua sama mantan pacar... eh itu SPG nya bilang begini, " maaf ya bu... kami tidak menjual baju hamil...... " emangnya siapa juga yang bunting.... trus saya ngeloyor pergi... untung perginya sama mantan pacar... kalau pas saya sama genk saya yang gerombolan si berat... pasti sudah kita acak-acak bersama butik itu.... tapi mantan pacar saya itu malah ketawa-ketawa... "makenye... diet donk say...."


Saya juga heran sama kelakuan para SA atau SPG di Indonesia. Kalau kerja di butik kenapa yah jadi songong dan belagunya melebihi para socialite .... padahal mereka gajinya paling-paling pas untuk makan dan transportasi... Memang sih sebagian dapat seragam dan make up... Kadang mereka dalam berjualan juga cenderung memaksa.. ( mungkin mengejar komisi atau bonus ) .


Pengalaman saya di Luar Negeri sangat jauh berbeda. Saya selalu mendapatkan perlakuan yang sangat baik dan terhormat tanpa melihat ras. Berdasarkan pengalaman saya, pelayanan terbaik yang pernah saya terima di seluruh dunia, adalah pelayanan dari butik-butik di Italy... (Mungkin kapan-kapan BSM harus Buying Trip Tour ke Milan... hehehee maunya gue sih !!! )


Saya sangat terpesona sekali dengan Gucci di Milan yang bersedia mencarikan sepatu yang saya inginkan namun tidak tersedia dalam ukuran saya di butik tersebut keseluruh outlet di Milan dan kota sekitarnya sampai ketemu. Begitu juga dengan butik Ferragamo dan Prada di Milan yang sangat super ramah. Di butik Trussardi, saya dilayani sampai ke mengecilkan sedikit dibagian panggul rok yang saya beli.


Sebagai pemilik butik ( di Indonesia ), mungkin kita masih harus belajar banyak dengan butik butik di luar negeri untuk memberikan pelayanan terbaik yang membuat orang balik dan balik lagi. Ada juga sih butik-butik di Indonesia yang menurut saya pelayanannya sudah sangat baik setara dengan butik-butik di luar negeri, Obin di Kemang, sangat baik, santun dan helpful dan begitu juga Biyan di PIM dan XSML di Plaza Senayan.


Menurut pendapat saya, sales attendant atau apalah namanya.... adalah garda terdepan yang menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah butik, karena bagi sebagian pemilik tentu tidak dapat mengontrol butik tersebut seterusnya... Pemilik butik sebaiknya memberikan perhatian , waktu dan sedikit rela invest untuk customer service, sales dan manner training yang berkesinambungan... Untuk jangka panjang tidak bakal rugi. Malah akan berdampak positif bagi butik kita


Amy

Rabu, Januari 30, 2008

TIPS BUKA BUTIK IV : MENJARING LANGGANAN



Pertanyaan ini sering sekali saya dapatkan dari pemula di usaha ini atau bagi yang baru mencoba... Saya berusaha kasih alternatif yang barang kali bisa membantu.


Yang harus dilakukan pertama adalah segmentasi pasar butik kita... baru sesudahnya kita tentukan di mana kita kan menjerat mereka... hehehe...


Di era persaingan yang sangat ketat kita kita tidak bisa menunggu langganan jatuh dari langit... hehehee..., jadi istilahnya kita yang harus aktif menjemput " bola " dengan memberikan servis yang lebih baik.


o1. Pertemanan, semakin banyak berteman semakin baik. Jaringan informasi yang terbaik dan tentunya termurah adalah pertemanan.


02. Memperluas pergaulan ke kalangan yang baru sama sekali untuk kita. Beranikan diri untuk memperkenalkan diri ke kalangan baru yang prospektif, misalnya organisasi-organisasi perempuan, ikatan profesi, perkumpulan-perkumpulan penggemar olah raga tertentu atau hobby lainnya. Believe me, it's gonna work...


03. Cari data base yang berharga atau kalau perlu beli, bisa dari perusahaan kurir, atau perusahaan khusus penjual data base, lalu aktif kirimkan organisasi secara berkala. Mungkin efeknya tidak langsung, tapi efektif untuk brand awareness...


04. Aktif memanfaatkan posting iklan di media yang benar-benar tepat sasaran prospective buyer. Memang untuk ini kita harus mengalokasikan secara khusus anggaran untuk budget iklan.


05. Bekerja sama dengan pengantar koran atau petugas kurir untuk menyebarkan leaflet atau pamflet bersamaan dengan dia menjalankan tugasnya mengirim dokumen-dokumen, tapi untuk ini kita harus training mereka supaya mereka menyebarkan ke sasaran yang tepat.


06. Rajin mengikuti bazaar umum, private atau pameran-pameran besar yang banyak dikunjungi orang yang tersegmentasi sejalan dengan target market kita, supaya brand kita dikenal khalayak umum.


07. Jajaki kemungkinan bekerjasama dengan bank - bank yang memiliki club prioritas bagi nasabah-nasabah prime mereka... Bergabunglah dengan acara-acara yang mereka adakan secara rutin, berbaurlah di acara itu, sehingga kita dapat mengenal dengan baik nasabah-nasabah mereka yang sangat potensial.


08. Aktiflah menawarkan diri meminjamkan koleksi kita ke pada majalah-majalah terkemuka / tv produser/ production house untuk menggunakan koleksi kita diacar-acara mereka. Ini adalah promosi yang sangat ampuh...


09. Bekerja sama dengan institusi yang menjadi tempat crowd / keramaian orang banyak. Beberapa tahun yang lalu saya dimintain tolong oleh perusahaan pemegang hak jual Salvatore Ferragamo untuk menyebarkan katalognya yang sangat chic itu ... lalu katalog itu saya sebarkan ke Rumah Sakit swasta khusus pasien VIP, ... believe me or not, ternyata orang yang sedang tergeletak di rumah sakit pun ada yang masih gatelan belanja... trus minta bantuan suster untuk menelpon outlet salvatore, trus barangnya di antar ke rumah sakit... ga nyangka kan... Di saat yang bersamaan ada seorang pasien tua yang sangat kaya yang sudah cukup lama tergeletak di sana, dia sangat sayang sekali dengan seorang suster, lalu dia membelikan apa yang ada dikatalog itu untuk suster tersebut..


10. Buka website dengan nama kita sendiri agar dikenal khalayak.. believe me... the power of internet is so amazing in such a very short time.... Up grade secara rutin isi website itu supaya pembaca tahu butik kita selalu punya stok baru yang menarik untuk dilihat. permasalahan di Indonesia, sering kali terbengkalai karena pemiliknya tidak rajin meng-upgradenya.


11. Bergabung lah dengan milis-milis atau forum yang ada di website yang anggotanya bisa dijadikan prospective client. Aktif lah jika ada acara kopi daratnya berteman lah dengan sesama anggota...


12. Rajin lah mengadakan gathering kecil-kecilan walah tidak usah mewah sebagai tanda respek terhadap customer kita, ajak mereka untuk juga membawa teman-teman... untuk memperluas networking.


13 Bekerja sama lah dengan seorang artis dengan reputasi yang baik yang cocok dengan segmentasi target market, jadikan dia promosi berjalan, tapi pastikan dengan perjanjian yang jelas...



Best regards,


Amy