Minggu, Juni 28, 2009

NGERUMPI SAMA MATTEO



Berbeda dari ngerumpi sama orang dewasa yang bawaannya bikin dosa ajah, karena kebanyakan ngomongin orang, ternyata ngerumpi sama anak kecil itu menyenangkan sekali dan bisa membuat saya bahagia karena melihat senyumnya yang tulus dan celotehannya yang super inosen tapi bisa bikin orang dewasa nyaris pingsan. Matteo, pangeran kecil saya yang umurnya 4 tahun, beberapa hari yang lalu tiba tiba bilang sama saya…

Mommy, kalau aku besar, aku mau jadi penulis kayak Mommy….


Wah saya yang lagi leyeh leyeh di sofa kesayangan, baca novel John Grisham kesayangan saya, kaget setengah mati, karena setahu saya biasanya anak kecil kan cita citanya jadi pilot, polisi, dokter ( kayak grandpa nya , dari dulu saya kepingin sekali, salah satu dari ketiga pangeran saya ada yang jadi dokter bedah seperti grand pa nya) , atau insinyur. Belum pernah saya dengar anak kecil , 4 tahun pula, pengen jadi penulis. Abangnya Alessandro dan Carlo cita citanya pengen jadi pilot, pernah juga pengen jadi polisi. Lalu saya tanya dong sama dia alasannya mau jadi penulis. Jawabannya membuat saya tercengang..


Mommy, aku mau jadi penulis kayak mommy, aku kan tidak harus kerja ke kantor yang jauh kayak Papa. Mommy main komputer aja banyak duitnya… Gubrrakkkksss…. Kok dia bisa berpikiran seperti itu ya??? Mommy kan enggak cape kerjanya, di rumah, main komputer terus dari pagi sampai malam, tapi mommy bisa beli beli …. ( maksudnya belanja ke hypermarket, tempat belanja favoritnya dia di Jambi ). Memang sih , saya selalu bilang sama dia, kalau lagi di depan komputer atau laptop, jangan ganggu Mommy, Mommy lagi bekerja. Trus nih yang mengejutkan lagi… tiba tiba dia bilang begini, aku mau kayak Mommy, enggak usah sekolah cape cape, bikin cerita saja, mommy bisa dapat uang. Trus saya langsung dong melurukan pendapat anak kecil ini, kalau mommy cantiknya ini justru sudah kekenyangan makan sekolah, dan dia tidak pernah lihat mommynya sekolah karena waktu itu dia belum lahir. Lalu dia bilang sama saya, Mommy jadi penulis pergi terus, naik kapal terbang terus. Aku mau seperti Mommy, pergi terus dan naik kapal terbang terus.


Saya sebenarnya sempat bingung juga, sebenarnya, ini sanjungan atau atau teguran ya dari anak saya??? Tapi sejujurnya saya lebih merasa sebagai teguran yang keluar dari bibir seorang malaikat kecil yang sangat saya sayangi. I am sorry Matteo. Mommy has to work so hard.


Bibir mungilnya masih melanjutkan celotehan ceriwisnya. Aku mau kayak Mommy, ada di majalah majalah, trus saya tanya dong, kok matteo tahu mommy ada di majalah majalah??? Seingat saya, tidak pernah bilang sama matteo setiap saya ada di Majalah. Matteo tahu dari mana, Mommy ada di majalah majalah??? Trus dia bilang, kan Mbak Lastri kasih liat aku, Mommy ku cantik nian di majalah. Tuinggggggggggggg melayang deh Mommy langsung ke langit ke tujuh. Aku mau seperti Mommy, ada di tivi juga di Jakarta. Papa kerja setiap hari, tidak pulang, tidak pernah masuk tivi, Mommy kerjanya main komputer tapi ada di tivi ada di majalah. Matteo, Your daddy and your mommy has different work, love. But Both of us work so hard for you, Bang Aless dan bang Carlo days and nights.


Waktu mau ada di Trans Tujuh, acara selamat pagi yang jam tayangnya jam 8 pagi, Satu hari sebelumnya, tanpa ada yang mengajarinya, Matteo sudah sibuk bilang sama ibu gurunya yang cantik kalau besok dia tidak masuk sekolah, karena mau nonton Mommy di tivi. Gempar lah ibu guru beserta koleganya di sekolah Matteo di Jambi. Saya jadi tidak enak hati sendiri saat bertemu dengan ibu gurunya.


Beberapa hari setelah Matteo bilang mau jadi penulis, waktu saya jemput Matteo di sekolahnya, tiba tiba ibu gurunya bilang, “ Bu Amy, Matteo baru pulang dari Cina ya??? “ Saya langsung yang terpana agak agaik kebingungan gitu. Belum sempat menjawab saking terkaget kaget, tiba tiba ibu gurunya sudah nyerocos lagi, “ Kata Matteo, dia kemaren di Cina lihat panda. Aduh bingung bingung. Saya bingung harus bilang apa, jadi saya iyakan saja, bukan maksud berbohong, tapi bingung bagaimana menjelaskannya. Matteo jelas jelas tidak kemana mana, dia hanya sempat malas ke sekolah beberapa hari. Kalau dia malas ke sekolah, saya selalu membiarkan saja, kasihan karena dia masih terlalu kecil. Umurnya baru 4 tahun dan dia sudah mulai bersekolah sejak umur 1,5 tahun.


Lalu pulang sekolah, saya tanya sama Matteo kenapa dia bilang begitu sama gurunya? Saya bilang, dia tidak boleh berbohong sama ibu guru. Tiba tiba dengan wajah dan suara super inosennya dia bilang begini… Mommy aku tidak berbohong, aku mengarang, seperti Mommy, Nanti kalau aku sudah bisa menulis, aku mau buat buku kayak Mommy, jadi aku bisa ikut Mommy terbang terus dan masuk tivi.

Matteo cinta mama, semoga cita cita mu suatu hari tercapai seperti yang engkau inginkan, doa Mommy selalu menyertaimu.


Your Mommy.

3 komentar:

dwey mengatakan...

hiks hiks.. so sweettt... tharu saya bacanya.. dear matteo, you're gonna be a great writer one day!! :)

desti mengatakan...

Wah, Matteo kritis banget ya My.....

Semakin bertambah usianya pasti akan semakin rumit pernyataan maupun pertanyaan yg akan dia ajukan.....

Sudah sepantasnya kita bersyukur diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk memiliki dan membesarkan mereka......

rya rika mengatakan...

Amiiii...lucu bener Matteo mu...Klo aq beda lagi..waktu Nisya baru 4 th an masih TK, klo ditanya apa cita2nya jawabnya 'ingin jadi ibu-ibu'..maksudnya seperti ibu-ibu temannya yang berkumpul di sekolahan menunggu anak pulang! Prakk..Miii...rasanya aq ditampar banget...Secara aq tuh sampe rumah jam 7 malam...dan dia seharian sama mbak dan susternya..