Senin, Januari 07, 2008

TIPS MEMBUKA BUTIK I




Saya melihat selama tiga tahun terakhir ini banyak sekali usaha butik dengan segala macam target market. Namun sering sekali saya melihat butik yang target market nya tidak fokus, semua barang dijual dan lebih parahnya lagi, barang eksklusif dicampur barang murmer, dekorasi yang asal-asalan, dan sering tidak cocok dengan lokasi dan target marketnya. Sayangkan....karena membuka butik itu membutuhkan modal yang tidak sedikit......


Tips Membuka Butik


Target Market, yang paling penting, karena dari ini semua kita menentukan:


  1. Lokasi

  2. Jenis barang yang akan dijual

  3. Dekorasi

  4. Promosi

  5. Pegawai

Kesalahan yang paling sering dilakukan butik-butik di Indonesia karena segmentasi pelanggan yang tidak jelas. Barang untuk perempuan dicampur dengan barang bayi, baju anak-anak dicampur jualan lingerie... alamakkkkkkk benar-benar gemas saya melihatnya... Idealnya jika segmentasi pasar jelas, sebuah butik dapat menjadi acuan para pelanggannya, misalnya untuk baju anak-anak datang saja ke butik 123 atau untuk tas-tas bermerek datang saja ke butik abc... Target market dapat ditentukan dari :



  1. Gender: Laki-laki / Perempuan / anak-anak / bayi...

  2. Sosial ekonomi pelanggan: Very high society, upper class atau urban class

  3. Umur target market

Lokasi...Lokasi...Lokasi...


Keberhasilan suatu usaha sangat ditentukan oleh lokasi usaha tersebut. Setelah menentukan target baru memilih lokasi di mana target berkumpul. Misalnya, jika kita menjual barang untuk ABG lokasi terbaiknya adalah didekat sekolah favorit, bukan di Senci atau di Kemang. Jika target kita very high society, tempat yang pas adalah tempat yang sekelas Senci, bukan di ITC Cempaka Mas...


Jika kita memilih di sebuah Mall, pastikan tempatnya dekat atau terlihat dari pusat orang keluar-masuk atau eskalator... Memang posisi yang terbaik berharga lebih mahal, namun lebih prospektif....


Jika di perumahan atau di Kemang, idealnya harus dipinggir jalan raya, billboard yang sangat terang dan jelas dan harus terlihat dari jarak pandang orang yang mengendarai atau berada di dalam mobil. Lebih baik lagi jika suasana dalam butik yang terang benderang dan terlihat ada aktifitas dari jalan raya pasti menggoda orang untuk mampir begitu dia ada waktu.....


Jenis Barang Yang Akan Dijual


Supply = Demand??? Idealnya kita harus research kecil-kecilan...Jangan pernah menjual barang yang demand nya tidak jelas... Setelah demand jelas, pastikan supply nya ada dapat diperoleh di mana dan sumber barang tersebut dapat menjamin pasokan secara kontinyu.... Kalau tidak kontinyu, barang di butik habis kita bisa kebingungan sendiri, apalagi kalau sumber barang itu di luar negeri yang untuk jalan ke sananya diperlukan prosedur berbelit... Pastikan sumber barang memberikan harga yang terbaik dalam arti harga paling murah mutu terjamin... karena prinsip dagang yang usianya ribuan tahun adalah beli semurah-murahnya, jual semahal-mahalnya.... Jangan lupa rajin mengecek kompetitor atau bakal kompetitor... supaya kita tidak terlihat konyol jika jual kemahalan...


Jika kita memutuskan untuk berproduksi sendiri, pastikan produksi dan ongkos produksinya stabil, tidak berlebihan dan berkala, jadi kita sudah memikirkan untuk memiliki stok material-material yang dibutuhkan sewaktu-waktu jika tiba-tiba harus meningkatkan produksi atau jika ada pesanan dalam jumlah lebih dari biasanya. Produksi sendiri memang jauh lebih ruwet karena harus memikirkan penjahit, pengrajin, dan pekerjaan-pekerjaan detil lainnya...Namun ada kepuasan yang tidak dapat digambarkan.....


Dekorasi


Dekorasi sangat berperan untuk memancing orang masuk ke dalam butik dan dekorasi yang impresif bisa membuat orang betah berlama-lama duduk dan memancing orang untuk membeli. Saya pernah masuk ke sebuah butik di Cina yang dekorasinya seperti rumah Barbie... girlie in pink... sangat nyaman sekali... butik yang barang-barangnya sangat girlie ini membuat saya yang tidak terlalu girlie membeli beberapa potong koleksinya yang tidak murah untuk ukuran barang-barang cina....


Pencahayaan adalah faktor terpenting dalam dekorasi butik. Pencahayaan yang kuat dapat memperindah warna-warna barang yang di pajang. Pernah tidak kita merasa baju yang kita beli di butik terlihat lebih indah di butik daripada waktu kita pakai di rumah ???? pasti sering kan??? ini semua karena ilusi cahaya lampu sorot berkekuatan tinggi yang membuatnya terlihat lebih indah !!!!!!


Dekorasi dan display butik harus disesuaikan dengan target market dan tema apa yang mau kita sampaikan dan harus sangat eye catching... Jika kita meragukan kemampuan kita sendiri jangan ragu untuk menyewa jasa profesional, daripada membuat orang yang lihat jadi malas masuk ke dalam butik kita... Percaya deh.. ga ada ruginya memakai jasa profesional...


Saya pernah menegur sales assistant butik Zainal Songket waktu dia memajang manequin dengan kebaya biru berbenang dan berpayet silver yang sebenarnya sangat indah dengan songket Palembang merah berbenang emas yang sangat mewah... benar-benar asli tulalit abezzzzzzz... padahal di butik itu banyak sekali songket yang jauh lebih cocok untuk kebaya biru tadi.... Musti di training dulu sales assistant itu....


Display harus diganti secara berkala supaya yang melihatnya tidak bosan dan jadi kepingin masuk untuk melihat apakah ada yang baru di dalam...


Promosi


Promosi memang membutuhkan budget, namun budget yang besar belum tentu efektif jika tidak dapat menjangkau target market kita, yang ada malah membuat harga barang kita jadi semakin mahal dan tidak kompetitif... Menurut saya, promosi yang terbaik dan paling murah adalah pertemanan kita...Jadi jangan malas datang arisan, pertemuan organisasi wanita karena disanalah waktu yang tepat untuk menjaring prospek... Meminjamkan baju untuk sesi pemotretan atau shooting sinetron atau infotainment juga sangat efektif dan tidak memakan biaya besar.


Mengikuti pameran dan bazaar juga sangat ampuh namun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit malah kadang tidak langsung seketika berdampak pada butik kita. Iklan di majalah atau surat kabar juga sangat efektif, namun berbiaya besar, sehingga perhitungannya harus cermat dan matang.


Pegawai


Bab ini yang sering bikin kita, pemilik butik uring-uringan... Jika butik kecil kadang kita bisa meminta bantuan anggota keluarga, saudara atau teman untuk menjaga jika kita berhalangan, namun kalau sudah semakin besar kita harus menggaji pegawai...


Pastikan kita tahu asal usul pegawai tersebut, sehingga jika terjadi suatu masalah kita tahu kemana harus mencari dan menuntutnya. Pastikan pegawai yang ramah dan penuh inisiatif, tersebut sudah di training etiket dan pengetahuan mode dan trend. Saya sering ke butik yang sangat mewah namun pegawainya guooobloookkkk nya ga ketulungan, saya jadi spannenggg dibuatnya... mau happy jadi dongkol...langsung balik badan deh saya...Sering juga saya menemui sales assistant yang pasif dan tidak ada inisiatif....


Saya sadar sepenuhnya... mencari pegawai itu seperti mencari jodoh. Kadang kita sudah cocok, dia sudah pintar...dan langganan sudah cocok sama dia juga.. eh dirampok sama kompetitor kita... dongkol banget rasanya....


Jika memungkinkan sebaiknya ada pegawai yang khusus ngurusin stock barang dan dan keuangan...Pastikan orang yang jujur....Kalau gak ntar kita sakit kepala sendiri dibuat mereka !!!


Kita juga harus membuat mekanisme untuk meminimalisir kecurian. Pengalaman saya justru lebih sering kecurian oleh pegawai daripada pengunjung !!! Pencurian memang tidak dapat dicegah, namun saya percaya dapat diminimalisir dengan pengawasan ketat dan berkala!!!!


Ok... deh... to be continued part 2... hehehehe...

salam bsm

amy

8 komentar:

girlhairstyle.com mengatakan...

wah mba amy.. mantab betul tips-tips nya.. jelas dan sistematis.... :) thanks yah

amelia mengatakan...

Hi dear.... makasih complimentnya... rajin baca blog aku yah.... GBU...Jangan ragu hubungi aku yah kalau butuh informasi.

fitri mengatakan...

Blogwalking.. dan nemuin artikel yang T.O.P ini :-).

Mbak Amy, thanks berat ya.. masukannya sangat berguna buat aku yang baru 5 bulan buka toko (belum pede menyebutnya butik he he).

Artikel-artikel yang lain juga menyegarkan banget lo mba.. Aku link ya blognya :-).

amelia mengatakan...

Dear fitri,makasih ya atas complimentnya. aku hanya sharing pengalaman aja.Btw dimana butiknya???kalau aku ke sana dapet diskon ya.... hehehee....

Sukses terus ya.. If you need anything to discuss about boutique management, i am open for sharing...do not hesitate to email or join the BSM milis

Cheers

Amy

Anonim mengatakan...

mbak amy...
alamat situs online shoppingnya ada ga??
aku pengen bljr buka toko..hehehhe..
mbak yg ada di kompas itu yah??
yg cerita ttg guang zhou...
aku add YM mbak...kpn2 bs sharing yah..

Anonim mengatakan...

mbak...
asli blog mabak keren banget..nget...^^
hehehe..jujur aku masih newbie nih...
butuh banyak pengetahuan plus masukan...
aku boleh kan email2an dg mbak..
kpn2 kalo mw k GZ lg kasi2 info yah...-tiara-

PIXELCORE mengatakan...

belanja online memang banyak keuntungannya..

EnD.com mengatakan...

bagus banget tips nya bu amelia...

kebetulan teman cewek saya mau buka usaha..
namun lagi bingung mulai dari mana..

dia hoby dengan kostum cewek...
untuk menilai objek kostum bisa di plus kan bu...

melalui artikel ini semoga dia dapat emulai usahanya...
makasih ya bu..